Sponsors Link

6 Jenis-Jenis Informasi – Ciri – Fungsi

Sponsors Link

Informasi merupakan sebuah data, baik berupa keterangan, pemberitahuan, atau berita yang diolah atau di modifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki manfaat bagi penerima informasi. Manfaat Informasi ini antara lain membantu seseorang dalam melaksanakan  tugas atau suatu kegiatan; membuat komunikan mengetahui berita yang sebelumnya tidak diketahui komunikan agar komunikan menjadi mengetahui dan memahami berita tersebut; membantu memberikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan; serta membantu seseorang untuk mengetahui siyuasi atau kondisi yang sedang dihadapi.

ads

Sebuah informasi dapat disampaikan oleh siapa saja dan melalui media apa, baik secara langsung atau melalui sebuah artikel dalam internet, berita dalam televisi, koran, radio, majalah, dll. Jenis informasi yang disampaikan oleh komunikan pun beragam, baik berdasarkan fungsi dan kegunaannya, format penyajian, bidangnya, atau juga lokasi kejadian. Berikut ini akan Pakar Komunikasi sampaikan jenis-jenis informasi untuk anda.

Baca juga tentang:

 1. Jenis Informasi Berdasarkan sifatnya

Berikut ini adalah beberapa jenis informasi yang sudah dikelompokkan berdasarkan sifatnya, antara lain:

  • Informasi Faktual

Merupakan informasi yang berupa fakta, bisa dibuktikan atau merupakan peristiwa nyata. Informasi faktual dapat dibedakan lagi menjadi fakta umum dan fakta khusus. Fakta umum merupakan informasi yang berisi fakta yang masih umum, belum menguraikan detail khusus seperti pelaku, nama tempat, objek peristiwa, dkk. Sedangkan fakta khusus merupakan informasi yang telah menyampaikan detail peristiwa secara terperinci. (baca juga: Model Komunikasi Linear)

Contoh fakta umum misalnya: “Terjadi peledakan bom di Jakarta”. Sedangkan contoh fakta khusus misalnya: “Terjadi peledakan 2 bom rakitan berdaya ledak rendah, di halte trans Kampung Melayu Jakarta dan toilet yang berjarak sekitar 8 km dari halte tersebut pada tanggal 24 Mei 2017 malam” (baca juga: prinsip – prinsip komunikasi).

  • Opini atau Konsep

Informasi yang bersifat opini merupakan informasi yang berupa pendapat, atau pemikiran seseorang. Sedangkan informasi yang bersifat konsep merupakan informasi berupa ide atau pengertian yang diperoleh dengan mengabstrakkan suatu peristiwa. (baca juga: Analisis Wacana Kritis)

Contoh informasi yang bersifat opini misalnya sinetron berdampak buruk bagi para remaja di Indonesia: membuat mereka tidak memiliki sopan santun dan lebay. Contoh informasi yang bersifak konsep misalnya: rumah dinas adalah bangunan tempat tinggal para pegawai negri sipil. (baca juga: Pengantar Ilmu Komunikasi)

  • Deskripsi

Merupakan informasi yang bersifat uraian khusus untuk menjelaskan sesuatu. Perincian uraian tersebut bisa dilakukan secara vertikal (baca juga: komunikasi vertikal) atau horizontal, bergantung kebutuhan. Contoh informasi yang bersifat deskripsi misalnya:

Hal yang perlu diperhatikan saat mengerjakan soal ujian adalah sebagai berikut:

  • Siapkan alat tulis yang diperlukan.
  • Segera isi identitas anda di lembar jawaban yang tersedia dengan lengkap, lalu periksa kembali untuk menghindari kesalahan pengisian. (baca juga: Perkembangan Pers di Indonesia)
  • Baca dan pahami soal dengan baik. (baca juga:  Teori Pers)
  • Pilih jawaban a, b,c, atau d yang paling benar. (baca juga: Literasi Media)
  • Sebaiknya kerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu. (baca juga: Fotografi Jurnalistik)
  • Periksa kembali lembar jawaban anda, pastikan tidak ada kesalahan pengisian.

baca juga:

2. Jenis Informasi Berdasarkan Sifat Keilmuannya

Selain sifatnya, informasi juga dapat dikelompokkan berdasarkan keilmuannya. Berikut ini adalah pengelompokan berdasarkan ilmu, antara lain:

  • Informasi tidak ilmiah-Merupakan informasi umum, tersedia dimana-mana. Misalnya informasi mengenai suatu peristiwa yang di beritakan dalam televisi atau media massa lainnya. (baca juga: Sejarah Perkembangan Teknologi Komunikasi)
  • Informasi Ilmiah-Merupakan informasi yang dirancang secara khusus untuk kepentingan penelitian atau kepentingan ilmiah lainnya (baca juga: paradigma penelitian kuantitatif). Informasi ilmiah dibagi lagi menjadi tiga kelompok yaitu:
    • Informasi Primer: informasi yang berasal langsung dari sumbernya, misalnya laporan hasil penelitian.
    • Informasi Sekunder: informasi yang berupa kitipan atau semacamnya yang bertujuan untuk membuka informasi primer. Misalnya bibliografi penulis. (baca juga: Komunikasi Modern)
    • Informasi Tersier: informasi yang berupa keterangan dari sumber, tujuannya untuk mempermudah penelusuran informasi. Contohnya index atau katalog.

Baca juga tentang:


3. Jenis Informasi Berdasarkan Kegunaannya

Kali ini akan dibahas terkait pengelompokkan informasi berdasarkan kegunaannya, antara lain:

  • Informasi yang menambah pengetahuan komunikan. Misalnya informasi mengenai peristiwa bencana alam di suatu tempat yang diberitakan oleh media massa (baca juga: pengaruh media sosial).
  • Informasi yang mengajarkan sesuatu kepada komunikan. Misalnya informasi mengenai cara menghitung luas lingkaran yang disampaikan oleh guru kepada muridnya.

baca juga tentang:

4. Informasi Berdasarkan Format Penyajian

Informasi juga dikelompokkan berdarkan bagaimana format penyajian informasi tersebut. Misalnya dalam bentuk tulisan, suara, gambar, atau video. Informasi yang tercantum dalam Koran atau majalah biasanya berupa tulisan atau gambar/ foto, sedangkan penyajian dalam format suara bisa ditemukan di radio, ceramah, atau televisi dan media online. Namun untuk televisi, penyajian medianya memadukan informasi dalam bentuk suara dan video. Pada media online, bisa memadukan semua format penyadian informasi, baik itu tulisan, gambar, suara, maupun video.

baca juga tentang:

5. Informasi Berdasarkan Lokasi Peristiwa

Merupakan jenis informasi yang dibedakan berdasarkan lokasi kejadiannya. Misalnya informasi mengenai suatu peristiwa yang terjani di Negara ini, akan dikategorikan sebagai informasi local. Namun informasi yang berasal dari luar negri, atau infromasi mengenai kejadian yang terjadi dari luar negri akan dikategorikan sebagai informasi mancanegara (baca juga: strategi komunikasi pemasaran).

6. Informasi berdasarkan Bidang Kehidupan

Merupakan informasi yang dibedakan berdasarkan bidang kehidupan yang dicakupnya. Misalnya informasi mengenai penyakit, atau mengenai buah-buahan yang mengandung vitamin C tinggi akan dikategorikan sebagai informasi dalam bidang kesehatan. Sedangkan informasi mengenai cara menghitung volume tabung akan dikategorikan sebagai informasi dalam bidang pendidikan. Informasi mengenai praturan dasar dalam permainan bola dikategorikan sebagai informasi dalam bidang olah raga, dan lain sebagainya.

baca juga:

Ciri-Ciri Informasi Berkualitas

Saat berkomunikasi, pelaku komunikasi akan melakukan pertukaran informasi. Namun informasi yang disampaikan atau diterima tersebut tidak selalu berkualitas. Sebuah informasi yang berkualitas hatus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Akurat: Infomasi yang disampaikan mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Untuk menentukan keakuratan informasi tersebut dilakukan pengujian kepada dua orang atau lebih; apabila hasil pengujian sama, maka data dianggap akurat. (baca juga: Karakteristik Komunikasi Massa)
  • Tepat waktu: Informasi tersedia saat informasi tersebut diperlukan. Tidak terlambat, misalnya informasi peringatan muncul ketika kejadian telah terjadi. (baca juga: Model Komunikasi Berlo)
  • Relevan: Informasi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan komunikan. Misalkan sampaikan informasi mengenai pemenuhan gizi untuk bayi dalam kandungan kepada Ibu hamil, sedangkan kepada anak remaja misalnya menyampaikan mengenai dampak buruk narkoba. (baca juga: Karakteristik Media Massa)
  • Lengkap: Informasi diberikan secara lengkap tidak sebagian-sebagian saja. Informasi yang tidak menyeluruh bisa saja menimbulkan salah tafsir, yang berakibat kesalahan pengambilan keputusan. (baca juga: Etika Komunikasi Antar Pribadi)
  • Benar: informasi memiliki kebenaran, bukan mengada-ngada (baca juga: cabang ilmu komunikasi).

Baca juga tentang:

 Fungsi Informasi secara umum

Informasi memiliki banyak fungsi, berikut beberapa fungsi informasi:

  • Menambah pengetahuan: Informasi dapat membuat komunikan mengetahui sesuatu atau peristiwa yang sebelumnya tidak diketahuinya. Misalnya sebuah pemberitaan di media massa yang menginformasikan terjadinya bencana alam disuatu lokasi, dapat membuat pembaca yang jauh dari lokasi tersebut mengetahui bahwa telah terjadi bencana alam di lokasi tersebut. (baca juga: Model Komunikasi Massa)
  • Mengurangi ketidakpastian: Informasi dapat membantu komunikan memperkirakan apa yang akan terjadi dan mengurangi ketidakpastian. Misalnya informasi mengenai akan diaadakannya recruitment CPNS pada bulan Agustus tahun ini, akan membantu komunikan untuk mendapatkan kepastian waktu untuk mengajukan lamaran CPNS dan mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan.
  • Mengurangi resiko kegagalan: Informasi dapat memberikan perkiraan tentang apa yang akan terjadi, sehingga dapat membantu untuk menentukan langkah antisipasi resiko yang mungkin terjadi. Misalnya informasi mengenai gempa yang berpotensi tsunami, akan membuat korban gempa segera mengungsi ke daerah yang tinggi. (baca juga: Sejarah Perkembangan Telepon)
  • Mengurangi keragaman versi yang tidak diperlukan: Informasi dapat mengurangi keragaman perbedaan misalnya, perbedaan pendapat dalam sebuah rapat penyelesaian suatu masalah. Informasi mengenai kebutuhan yang perlu difokuskan akan mengurangi keberagaman versi penyelesaian yang muncul, sehingga proses pengambilan keputusan bisa berjalan lebih cepat dan terarah. (baca juga: Teori Jarum Hipodermik)
  • Memberi standar: Informasi dapat memberikan acuan standar, aturan, ukuran, sehingga keputusan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Misalnya informasi mengenai syarat pengajuan Calon Kepala Daerah, akan membantu pemilihan calon-calon kepala daerah yang memiliki kelayakan yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Baca juga tentang:

Demikian artikel mengenai jenis-jenis informasi ini. Informasi dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis berdasarkan sifatnya, sisi keilmuannya, fungsinya, cara penyajiannya, lokasi peristiwa, atau bidang kehidupan yang dicakupnya. Penulis memohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan, silahkan tinggalkan komnetar jika ada pertanyaan atau penambahan informasi. Semoga artikel ini bermanfaat.. ^^

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Komunikasi