Sponsors Link

4 Cabang Besar Ilmu Komunikasi Beserta Penjelasannya

Sponsors Link

Dalam pengantar ilmu komunikasi telah disinggung bahwa Joseph A. Devito menggunakan istilah komunikologi untuk merujuk komunikasi sebagai sebuah ilmu yang menekankan pada komunikasi yang dilakukan oleh dan diantara manusia. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa istilah komunikasi digunakan untuk merujuk pada tiga bidang studi yang berbeda yaitu proses komunikasi, pesan yang dikomunikasikan serta studi mengenai proses komunikasi (Efendi, 1984 : 6).

ads

Sebagai sebuah ilmu, komunikasi telah berkembang sedemikian rupa sejalan dengan semakin kompleksnya fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat.

Evolusi komunikasi dapat kita lacak melalui sejarah berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli sosiologi, psikologi sosial serta ilmu politik yang berawal dari Yunani dengan retorika dan seni persuasinya hingga masa kini yang menekankan pada studi media.

(Baca : Teori Komunikasi Menurut Para Ahli)

Sebagai ilmu terapan, komunikasi telah berkembang menjadi sebuah profesi. Terdapat beragam topik penting untuk dipelajari secara formal yang dapat menjadikan kita menjadi seorang professional dalam bidang komunikasi. Topik-topik itu adalah jurnalistik, public relations, periklanan, dan kajian media.

Jika ditelaah lebih lanjut, keempat topik tersebut memiliki struktur bangunan sebagai sebuah ilmu yaitu adanya definisi, teori atau aksioma atau postulat, dan hukum atau prinsip-prinsip. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keempat topik tersebut merupakan cabang-cabang ilmu komunikasi.

1. Jurnalisme (Journalism)

Yang dimaksud dengan jurnalisme adalah proses mengumpulkan, menilai, menciptakan, dan menyajikan berita dan informasi. Jurnalisme mencakup jurnalisme cetak, jurnalisme elektronik, jurnalistik radio, dan jurnalistik televisi.

A. Tujuan Jurnalisme

Menurut Bill Kovac dan Tom Rosenstiel dalam bukunya The Elements of Journalism menyatakan bahwa tujuan jurnalisme tidak hanya ditentukan melalui teknologi atau jurnalis atau teknik yang digunakan dalam jurnalisme melainkan ditentukan oleh satu hal mendasar yaitu fungsi yang dimainkan oleh berita dalam kehidupan manusia.

Sebagai bagian dari komunikasi, berita berperan dalam memberikan informasi mengenai beragam kejadian, isu, serta karakteristik yang terjadi di dunia. Jurnalisme memiliki tujuan utama yaitu menyediakan berita serta informasi yang akurat dan reliabel kepada publik agar mereka dapat membuat keputusan yang terbaik bagi kehidupannya, komunitas, masyarakat dan pemerintahan dimana mereka berada didalamnya.

B. Elemen-elemen dalam jurnalisme

Lebih lanjut, Bill Kovac dan Tom Resenstiel menjelaskan 10 (sepuluh) elemen jurnalisme, yaitu :

  • Jurnalisme pada pokoknya adalah menyampaikan kebenaran.
  • Jurnalisme berkomitmen kepada khalayak.
  • Esensi dari jurnalisme adalah disiplin verifikasi.
  • Jurnalis harus independen dalam menjalankan tugasnya karena independensi merupakan inti reliabilitas.
  • Jurnalisme berperan sebagai pengawas kekuasaan.
  • Jurnalisme harus menyediakan ruang bagi kritik yang disampaikan oleh publik dan berkompromi terhadapnya.
  • Jurnalis bertanggung jawab dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh khalayak.
  • Jurnalisme harus selalu menyajikan berita yang komprehensif dan proporsional.
  • Jurnalis harus diberikan ruang untuk mengembangkan kapabilitasnya.
  • Khalayak memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan jurnalis ketika berperan sebagai jurnalis dalam menyampaikan berita di sekitarnya.

C. Fungsi Jurnalisme

Jurnalisme memiliki beberapa fungsi penting yaitu menyiarkan informasi, mendidik, menghibur dan mempengaruhi.

  • Menyiarkan informasi. Merupakan fungsi jurnalisme yang utama dimana khalayak massa menggunakan produk jurnalisme sesuai dengan kebutuhannya untuk memperoleh informasi yang akurat dan reliabel
  • Mendidik. Produk jurnalisme merupakan sarana pendidikan bagi khalayak yang mengandung pengetahuan.
  • Menghibur. Produk jurnalisme tidak jarang memuat sesuatu yang menghibur berupa cerita pendek, teka-teki silang, karikatur dan lain-lain.
  • Mempengaruhi. Jurnalisme memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dalam mempengaruhi pendapat serta sikap khalayak.

Jenis-jenis jurnalisme

Terdapat berbagai macam jurnalisme, yaitu :


Jurnalisme media baru

Bentuk jurnalisme yang didasarkan pada media digital atau komputer, teknologi dan telekomunikasi yang utamanya namun tidak terbatas pada internet sebagai media komunikasi dan World Wide Web. Jurnalisme media baru membentuk jurnalisme ke dalam empat bentuk baru yaitu:

  1. Media baru mentransformasikan bagaimana jurnalis menjalankan tugasnya.
  2. Media baru memproduksi struktur organisasi dan institusi jurnalistik.
  3. Media baru memberikan pembaharuan pada bentuk isi media baru.
  4. Media baru menemukan kembali hubungan antara dan diantara jurnalis, organisasi jurnalistik dan publik, terutama pada khalayak, sumber, regulator, pemodal, dan kompetitor. Sekumpulan perubahan tersebut membawa jurnalisme media baru kepada pelibatan dan partisipasi masyarakat yang sangat besar dengan jurnalis, pembuat berita, dan masyarakat lainnya. (Baca : Teori Media Baru)


Jurnalisme foto

Penggunaan atau pembuatan gambar yang dapat memberikan cerita dengan menggunakan kamera fotografi dan film untuk mendukung pekerjaan jurnalis. Kini, jurnalis menggunakan kamera digital, kamera video, dan komputer. Kuncinya adalah jurnalis bekerja untuk menyajikan cerita non fiksi yang diinformasikan kepada khalayak luas tentang komunitas mereka dan dunia


Jurnalisme invetigasi

Peran konvensional dalam proses pelaporan berita, dan beberapa teknik yang digunakan oleh jurnalis investigasi


Jurnalisme penyiaran

Siaran berita adalah suatu usaha untuk memberikan kesan realitas. Jurnalisme penyiaran bergantung pada apa yang dilaporkan oleh reporter atau videografer kepada khalayak.


Jurnalisme internasional

Perubahan transformatif dalam teknologi komunikasi dan pertumbuhan budaya demokrasi di seluruh dunia.


2. Public Relations

“Public relations is the management function that establishes and maintains mutually beneficial relationships between an organization and the publics on whom its success or failure depends” (Broom dalam Eadie, 2009 : 689). 

Definisi tersebut menunjukkan bahwa posisi praktis public relations adalah sebagai sebuah fungsi manajemen yang membangunan dan mengelola hubungan yang saling menguntungkan antara sebuah organisasi dengan publik sebagai dasar moral dan etika profesi. Yang dimaksud dengan istilah “public” pada public relations dan ilmu komunikasi adalah sekelompok orang atau individu dan merupakan akumulasi dari beberapa kelompok orang.

Yang perlu dipahami pula bahwa public relations bukanlah pemasaran atau marketing, periklanan atau advertising, propaganda, komunikasi satu arah, informasi publik dan komunikasi dua arah asimetris.

Public relations adalah proses komunikasi dua arah secara simetris, berperan sebagai mediator, mendengarkan klien maupun publik dan membantu mereka beradaptasi satu sama lain, bekerja dengan manajemen untuk jangka waktu yang panjang dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan, dan agar public relations berjalan dengan efektif maka setiap bagian harus mendatangkan keuntungan tidak hanya konsumen dan pemodal.

A. Ruang Lingkup Public Relations

Public relations mencakup berbagai wilayah yang khusus yaitu :

  • Hubungan internal yang menitikberatkan pada komunikasi manajemen.
  • Hubungan publik yang menitikberatkan pada pengaruh terhadap kebijakan publik melalui aparat pemerintahan dan komunitas.
  • Lobbying yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempengaruhi legislasi dan regulasi.
  • Pembangunan, merupakan usaha nirlaba untuk membangun dan mengelola hubungan antara pendonor dan relawan.
  • Hubungan pemodal, hubungan antara perusahaan dan komunitas keuangan.
  • Isu-isu manajemen, proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merespon berbagai isu kebijakan publik.

Karenanya public relations banyak digunakan dalam perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, pemerintahan, politik, gerakan sosial, hiburan, organisasi media dan berbagai situasi virtual. Dengan demikian public relations adalah fungsi manajemen yang melibatkan manajemen reputasi, penelitian, hubungan media dan manajemen, hubungan komunitas, tanggung jawab sosial, manajemen krisis dan komunikasi untuk membangun, mengelola, dan mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan publik.

B. Karakteristik public relations

Public relations memiliki beberapa karakteristik, yaitu :

  • Komunikasi berlangsung dua arah secara timbal balik.
  • Kegiatan yang dilakukan terdiri dari penyebaran informasi, penggiatan persuasi, dan pengkajian pendapat umum..
  • Tujuan yang dicapai adalah tujuan organisasi.
  • Sasaran yang dituju adalah khalayak di dalam organisasi dan khalayak di luar organisasi.
  • Efek yang diharapkan adalah terbinanya hubungan harmonis antara organisasi dengan khalayak.

C. Fungsi Public Relations

Fungsi public relations adalah sebagai berikut :

  • Public relations membantu organisasi melakukan antisipasi dan memberikan respon terhadap persepsi dan opini public, nilai-nilai baru dan gaya hidup, pergantian kekuasaan pada pemilihan, dan perubahan-perubahan lainnya yang terjadi dalam lingkungan sosial maupun pemerintahan.
  • Public relations membuat informasi tetap tersedia melalui beragam sistem informasi publik yang merupakan bagian terpenting dalam masyarakat demokratis dan bertahannya sebuah organisasi.
  • Para praktisi public relations memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal mediasi konflik dan membangun konsensus bersama untuk menjaga kehidupan sosial.
  • Misi sosial public relations adalah memfasilitasi penyesuaian dan pengelolaan sistem sosial.

Baca : Teori Public Relations


3. Periklanan (Advertising)

Advertising atau periklanan berasal dari kata “advertere” (Latin) yang berarti “untuk merubah pikiran”. Menurut American Advertising Association, yang dimaksud dengan advertising atau periklanan adalah berbagai bentuk berbayar dari sebuah presentasi non personal dan merupakan sarana promosi dari berbagai ide, barang dan pelayanan yang dilakukan oleh sebuah sponsor yang teridentifikasi.

Pada umumnya advertising digunakan untuk mengkomunikasikan informasi bisnis kepada konsumen dan calon konsumen.

A. Unsur-unsur dalam Advertising

Sebagaimana cabang ilmu komunikasi lainnya, advertising memiliki beberapa unsur penting yaitu :

  • Advertiser. Yang termasuk ke dalam advertiser adalah penjual dan berbagai produk sebagai pasar konsumen.
  • Target khalayak. Mengacu pada penerima pesan-pesan advertising seperti khalayak dan kelas massa baik konsumen maupun calon konsumen untuk mempromosikan penjualan.
  • Agen-agen advertising. Merujuk pada orang-orang kreatif yang merancang, membangun dan memproduksi pesan-pesan advertising melalui ide-ide kreatif dan menempatkannya ke dalam media advertising yang tepat.
  • Artis. Produksi suatu iklan yang impresif dan persuasif hanya dapat dilakukan oleh adanya kegiatan serta semangat yang dibangun oleh insan-insan advertising seperti copywriter, artis, fotografer, typographer, layout designers, editor, dan orang-orang kreatif lainnya.
  • Target khalayak berupa pembaca, pendengar, penonton, serta pembeli dan calon pembeli.
  • Media massa. Pesan-pesan advertising dikomunikasikan kepada target khalayak melalui berbagai media massa seperti media massa cetak, media massa elektronik, media luar ruang, serta surat.
  • Otoritas pemerintah. Bisnis advertising diatur oleh pemerintah yang mengadopsi berbagai hukum serta regulasi baik langsung maupun tidak langsung mengikat advertising.
  • Firma produksi advertising. Firma yang memproduksi advertitising mendukung agen-agen advertising dengan cara membantu produksi iklan.

B. Elemen-elemen dalam Advertising

Advertising memiliki beberapa elemen penting yaitu :

  • Komunikasi. Advertising diartikan sebagai komunikasi massa untuk menjangkau khalayak massa. Advertising merupakan komunikasi non personal karena ditujukan kepada massa.
  • Informasi. Advertising memberikan informasi kepada pembeli mengenai manfaat yang dapat diperoleh ketika mereka membeli produk yang ditawarkan.
  • Persuasi. Advertiser menciptakan sikap yang baik yang dapat menuntun pada tindakan yang baik pula.
  • Mendatangkan profit yang maksimal. Sejatinya advertising ditujukan untuk meraih profit melalui kegiatan promosi penjualan bukan menaikkan harga jual.
  • Presentasi non personal. Advertising ditujukan kepada semua orang.
  • Sponsor yang teridentifikasi. Sponsor dapat berupa orang atau firma yang membayar iklan.
  • Pilihan konsumen. Advertising memfasilitasi pilihan konsumen yang memungkinkan konsumen membeli produk berdasarkan keuangan dan pilihannya masing-masing.
  • Seni, ilmu, dan profesi. Advertising sebagai seni karena mempresentasikan bidang kreativitas. Advertising adalah ilmu karena memiliki bangunan pengetahuan yang terorganisasi. Advertising sebagai profesi yang memiliki bangunan profesi serta pertauran bagi anggotanya.
  • Elemen pemasaran terpadu. Advertising merupakan elemen penting dari promosi terpadu.
  • Elemen kreatifitas. Kampanye advertising yang baik melibatkan banyak sekali kreatifitas dan imajinasi. Ketika pesan advertiser sesuai dengan harapan konsumen maka kreatifitas itulah yang membuat suksesnya suatu kampanye advertising.

(Baca : Komunikasi Visual)

C. Tujuan Advertising

Tujuan mendasar dari advertising adalah menjual sesuatu yang dapat berupa produk, pelayanan atau sebuah ide. Saat ini, advertising juga digunakan oleh perusahaan bisnis modern untuk mencapai tujuan yang lebih spesifik, yaitu :

  • Mengenalkan produk baru dengan cara menumbuhkan minat terhadap produk diantara calon konsumen.
  • Mendukung program penjualan langsung yang dilakukan oleh salesman.
  • Menjangkau orang-orang yang tidak dapat dilakukan oleh salesman.
  • Memasuki pasar baru.
  • Membuka kompetisi dalam pasar dan meningkatkan penjualan.
  • Menjanjikan kualitas produk dan pelayanan yang lebih baik.
  • Mengimprovisasi hubungan dealer.
  • Memberi peringatan kepada publik melawan pemalsuan produk perusahaan.

D. Fungsi dan Peran Advertising

Advertising telah menjadi sebuah kegiatan pemasaran produk skala besar yang sangat penting dalam era modern dan menciptakan kompetisi dalam pasar. Untuk itu, advertising berfungsi dalam :

  • Promosi dan penjualan. Advertising mempromosikan penjualan barang dan jasa melalui penyebaran informasi dan persuasi kepada khalayak untuk membeli produk yang dipromosikan.
  • Mengenalkan suatu produk. Advertising membantu mengenalkan produk baru ke dalam pasar.
  • Menciptakan citra yang baik dimata publik. Advertising membangun reputasi advertiser dengan mengkomunikasikan berbagai tujuan sebagai usaha untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Hal ini dapat meningkatkan kemauan dan reputasi perusahaan yang sangat diperlukan dalam menghadapi persaingan dalam pasar.
  • Produksi massal atau skala besar. Advertising memfasilitasi produksi barang atau jasa dalam skala besar. Produksi massal dapat mengurangi biaya produksi per unit dengan menggunakan berbagai faktor produksi secara ekonomis.
  • Penelitian. Advertising dapat menstimulasi pengembangan kegiatan melalui serangkaian penelitian.
  • Pendidikan kepada publik. Advertising berfungsi memberikan pendidikan kepada masyarakat mengenai produk baru beserta penggunaanya.
  • Mendukung pers. Advertising menyediakan sumber penting bagi usaha penerbitan dan institusi pers lainnya.

Advertising sebagai sebuah elemen promosi tidak hanya berperan dalam mempromosikan suatu produk tetapi juga mempengaruhi beragam variabel dalam pemasaran terpadu. Selain itu, advertising juga berperan dalam masyarakat karena tanpa adanya advertising maka masyarakat yang modern tidak akan terbentuk.

4. Kajian Media (Media studies)

Media membentuk pemahaman kita mengenai dunia, merefleksikan dan mengkomunikasikan aspek-aspek dalam kehidupan publik dan pribadi manusia. Dan juga memberikan kontribusi dalam pembentukan identitas personal, sosial, budaya serta nasional. Untuk mengeksplorasi, menganalisis, membuat, dan menikmati media beserta produknya diperlukan suatu kajian media.

Kajian media mempelajari peran dinamis media dalam masyarakat. Dalam kajian akan terlihat bagaimana media membentuk pesen-pesan mengenai individu, komunitas, dan budaya dan bagaimana produk-produk media diproduksi, dikendalikan, dan didistribusikan.

Terdapat berbagai wacana dalam kajian media yaitu wacana tentang kekuasaan media, ekonomi media, dan literasi media.

  • Kekuasaan media – kepemilikan media merupakan area penting dalam ekonomi media yang mencakup regulasi kepemilikan, konsentrasi kepemilikan media serta keuangan media.
  • Ekonomi media – studi yang digunakan untuk menganalisis firma, industri, dan kegiatan perusahaan media, menggambarkan teori serta konsep dari ekonomi.
  • Literasi media – merupakan kempuan dalam mengkases, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan dalam berbagai bentuk.

Selain itu, kajian media mempelajari hal-hal yang saling berkaitan yang terbagi dalam area yaitu analisis sosiologis, analisis produksi, dan analisis artistik estetika media.

  • Analisis sosiologis yang mencakup efek ideologis, resepsi serta pesan yang dikonsumsi.
  • Analisis produksi yang mencakup peran teknologi media dan pasar media.
  • Analisis artistik estetika media yang mencakup tipologi media dan genre-narasi.

A. Konsep-konsep kajian media

Untuk memahami bagaimana cara media bekerja maka kita perlu memahami beberapa konsep yang membantu untuk menciptakan setiap teks media atau produk media. Terdapat beberapa konsep kunci dalam mempelajari kajian media, yaitu :

  • Khalayak media – Bagaimana pemirsa diidentifikasi, dibangun, ditangani dan mencapai; bagaimana pemirsa menemukan, memilih, mengkonsumsi dan menanggapi teks media.
  • Teknologi media – jenis media yang digunakan dan cara menggunakannya
  • Kepemilikan media – siapa yang memproduksi teks, peranan dalam proses produksi, institusi media, ekonomi dan dan ideologis, intensi dan hasil
  • Bahasa media – bagaimana media memproduksi arti, kode dan konvensi, struktur naratif
  • Kategori media – perbedaan media (televisi, radio, film dan lain sebagainya), bentuk media (dokumenter, advertising), genre, teks dalam kategori lain, bagaimana kategorisasi berhubungan dengan pemahaman
  • Representasi media – kaitan antara teks media dan tempat aktual, orang-orang, kegiatan, ide-ide, stereotype dan konsekuensinya

Baca : Teori Komunikasi Massa

B. Elemen-elemen Kajian Media

Dalam kajian media, terdapat beberapa elemen yang disebut dengan elemen mikro dan elemen makro. Yang mencakup elemen mikro dalam kajian media terutama dalam pembuatan film adalah :

  • Sinematografi.
  • Suara.
  • Penyuntingan.

Sementara yang dimaksud dengan elemen makro dalam kajian media adalah

  • Naratif – mengeksplorasi berbagai cara teks media dapat menceritakan sebuah cerita. Naratif berkaitan erat dengan khalayak dan tujuan teks media itu sendiri.
  • Representasi – media reperesentasi adalah cara dimana media menggambarkan kelompok-kelompok khusus, komunitas, pengalaman, ide, atau topik dari perspektif ideologis atau nilai.
  • Genre – produk-produk media dikelompokkan kedalam beberapa kategori atau genre. Genre media muncul dalam media seperti film horror atau komedi situasi.
  • Khalayak – khalayak media dapat berupa orang per orang yang membaca surat kabar atau khalayak massa yang lebih luas yang menonton siaran televisi. Khalayak memiliki hubungan yang kompleks dengan produk-produk media yang dikonsumsi tergantung pada jenis media yang digunakan.

Berbagai Pendekatan Ilmu Komunikasi

Terdapat tiga pendekatan yang menggambarkan komunikasi sebagai sebuah disiplin ilmu yaitu pendekatan tradisional serta pendekatan komunikasi sebagai sekumpulan program studi.

A. Pendekatan Penelitian Tradisional

Robert T. Craig mengidentifikasi tujuh pendekatan tradisional dalam ilmu komunikasi, yaitu :

  1. Tradisi retorika – menitikberatkan pada ceramah atau pidato yang diekspresikan secara tatap muka maupun melalui media. (Baca : Komunikasi Dakwah)
  2. Tradisi semiotika – menitikberatkan pada bagaimana orang-orang bekerjasama untuk memproduksi arti dan bagaimana arti tersebut dapat dimanipulasi melalui proses yang sama ketika arti tersebut diciptakan.
  3. Tradisi fenomenologi – menitikberatkan pada cara pandang terhadap proses komunikasi dari sisi filosofis.
  4. Tradisi sibernetika – menitikberatkan pada fungsi sibernetik dalam sistem komunikasi yang berupa umpan balik.
  5. Tradisi sosiopsikologi – menitikberatkan pada sikap, perilaku dan pola interaksi dalam komunikasi.
  6. Tradisi sosiokultural – menitikberatkan pada pandangan bahwa komunikasi dibentuk oleh para peserta komunikasi yang mempengaruhi pandangan kita terhadap masyarakat dan budaya.
  7. Tradisi kritis – menitikberatkan pada pandangan media dan komunikasi pada tataran sosial dan budaya serta bagaimana komunikasi dapat membantu penciptaan struktur kekuasaan dalam suatu masyarakat.

B. Pendekatan Komunikasi sebagai sekumpulan program studi

Pendekatan ini menitikberatkan pada apa yang diajarkan khususnya apa program studi yang ditawarkan pada mahasiswa. Menurut Classification of Instructional Programs, terdapat berbagai program studi komunikasi yang dikenal saat ini yang dapat dikategorikan ke dalam dua kategori, yaitu :

  • Studi Komunikasi/Komunikasi Pidato dan Retorika
    • Teori dan praktek komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi professional, dan komunikasi antar budaya.
    • Berbicara dan mendengarkan.
    • Interaksi verbal dan nonverbal.
    • Teori retorika dan kritis.
    • Kajian penampilan.
    • Argumentasi dan persuasi.
    • Komunikasi bermedia.
    • Budaya poluler.
  • Komunikasi Massa/Kajian Media
    • Analisis dan kritis institusi media dan teks media.
    • Bagaimnana orang mengalami dan memahami isi media, dan peran media dalam memproduksi dan mentransformasikan budaya.
    • Regulasi komunikasi, hokum, dan kebijakan.
    • Sejarah media.
    • Estetika media, interpretasi, dan kritis.
    • Efek sosial dan budaya media massa.
    • Kajian budaya.
    • Industri ekonomi media.
    • Visual dan literasi media.
    • Aspek psikologi dan perilaku dari pesan media, interpretasi dan penggunaan.

CIP juga mendeskripsikan jurusan Komunikasi dengan judul Public Relations, Advertising, dan Applied Communication. Jurusan ini meliputi kursus studi yang secara utama berorientasi professional yang mencakup :

  • Komunikasi bisnis – fokus pada produksi material tercetak dan rancangan Web untuk keperluan bisnis.
  • Komunikasi organisasi – fokus pada keterampilan untuk memparbaiki komunikasi dalam organisasi.
  • Komunikasi politik – fokus pada pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola kampanye politik dan konstituen serta relasi media.
  • Komunikasi kesehatan – fokus pada pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan dan antara penyedia kesehatan dan publik.

Komunikasi organisasi, komunikasi politik, dan komunikasi kesehatan masing-masing memiliki teori substansif yang berasosiasi dengan ketiga jenis komunikasi ini. Ketiga topik studi ini juga merupakan bagian dari studi Komunikasi dan Kajian Media. Jurusan berikutnya adalah jurnalisme serta radio, televisi, dan komunikasi digital.


Pendekatan dalam Studi Komunikasi

Terdapat beberapa pendekatan dalam studi komunikasi, yaitu :

  • Pendekatan filosofis – menitikberatkan pada teori komunikasi yang memiliki beragam tanggung jawab untuk mendefinisikan teori, mendiskusikan bidang studi teori, dan mengeksplorasi apa yang membuat teori adalah Teori komunikasi. (Baca : Filsafat Komunikasi)
  • Pendekatan retoris dan tekstual – menitikberatkan pada studi kritis teks retorika untuk mengetahui fungsi retorika.
  • Pendekatan kuantitatif – pada umumnya digunakan untuk membantu kita memahami bagaimana orang-orang berkomunikasi melalui penelitian kuantitatif.
  • Pendekatan kualitatif, etnografis, dan performatif – studi mengenai orang-orang dan komunikasi yang berperan dalam berbagai konteks.
  • Pendekatan kritis/kultural – merupakan bagian dari bidang studi komunikasi kontemporer sebagai akibat dari berkembangnya inovasi teknologi media seperti internet sebagai media komunikasi atau revolusi digital dalam arti luas.
  • Pendekatan feminis – pendekatan yang didasarkan pada gerakan feminis yang menuntut kesetaraan gender dalam berbagai bidang kehidupan termasuk komunikasi. (Baca : Komunikasi Gender)
  • Pendekatan queer – berbagi komitmen untuk mengeksplorasi peranan gender dan seksualitas dalam komunikasi praktis, teori, dan analisis.

Manfaat Mempelajari Cabang-cabang Ilmu Komunikasi

Mempelajari cabang ilmu komunikasi sangat penting karena perkembangan ilmu komunikasi yang terus berkesinambungan tanpa henti. Perkembangan ilmu komunikasi yang ditopang dengan disiplin ilmu lain melahirkan ilmu baru yang sejatinya telah ada sebelumnya.

Karena pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi maka kajian ilmu komunikasi pun turut mengalami perkembangan. Dengan mempelajari cabang ilmu komunikasi dapat menambah wawasan kita mengenai berbagai kajian baru.

Demikianlah ulasan singkat mengenai cabang-cabang ilmu komunikasi. Semoga menambah wawasan serta pemahaman kita mengenai perkembangan ilmu komunikasi.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Komunikasi