Sponsors Link

10 Perbedaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Sponsors Link

Sebagai sebuah fenomena, komunikasi dipandang sebagai suatu proses interaksi yang dilakukan oleh   manusia dengan tujuan untuk saling berbagi atau saling bertukar informasi diantara mereka. Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, maka kita tidak hanya mengeluarkan kata-kata namun juga menunjukkan bahasa tubuh. Yang dimaksud dengan komunikasi verbal adalah sebuah bentuk komunikasi dimana kita menggunakan kata-kata untuk saling bertukar pikiran atau bertukar informasi dengan orang lain dalam bentuk lisan maupun tertulis. Apa yang kita katakan kepada orang lain adalah komunikasi verbal. Komunikasi verbal memiliki peran yang sangat penting bagi hubungan yang sehat, dunia bisnis, serta organisasi.

ads

Baca juga :

Sementara itu, yang dimaksud dengan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang kita tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal juga memiliki peranan yang sangat penting. Komunikasi nonverbal berperan penting dalam proses pengiriman pesan kepada orang lain. Gaya komunikasi nonverbal yang dimiliki oleh masing-masing individu juga memberikan pengaruh bagi lawan bicara atau untuk membangun kepercayaan, minat, dan komunikasi lainnya. Selain itu, komunikasi nonverbal juga dapat membuat orang lain berpaling dari diri kita dan membangun ketidakpercayaan dan lain sebagainya.

Baca juga :

Komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal tidaklah saling bertentangan namun keduanya saling melengkapi ketika kita berinteraksi dan memberikan respon atau tanggapan terhadap orang lain.  Baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal memiliki karakteristik masing-masing dan membuatnya unik. Keunikan itulah yang menyebabkan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal memiliki beberapa perbedaan.

Berikut adalah beberapa perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal, yaitu :

1. Struktur dan derajat kepentingan. Perbedaan budaya telah mengembangkan bahasa dan kata-kata melalui berbagai Negara ke keadaan seperti sekarang. Hal ini membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Itulah alasannya mengapa komunikasi verbal begitu penting.

  • Komunikasi verbal adalah komunikasi yang terstruktur memiliki aturan-aturan tata bahasa dan memberikan pesan secara jelas.
  • Komunikasi nonverbal tidak terstruktur dan tidak memiliki pola-pola yang khusus. Komunikasi nonverbal dapat ditafsirkan oleh sesuai dengan keinginan setiap orang. Walaupun begitu, komunikasi nonverbal sangatlah penting karena berperan dalam mendukung komunikasi verbal.

2. Diskresi dan keberlangsungan.

  • Komunikasi verbal memiliki titik awal dan titik akhir.
  • Komunikasi nonverbal tidak berawal dan tidak berakhir karena berlangsung secara terus menerus tanpa adanya interupsi. Misalnya, dalam proses komunikasi interpersonal, komunikasi nonverbal akan terus terjadi pada tataran individu. Bahkan ketika kita berhenti berkomunikasi, mereka tetap menunjukkan petunjuk-petunjuk nonverbal.

3. Peluang terjadinya kesalahpahaman.

  • Komunikasi verbal memiliki makna yang pasti sehingga dapat meminimalisir kesalahan penafsiran.
  • Komunikasi nonverbal memiliki ribuan ekspresi wajah yang dapat dibuat hanya dengan 20 otot wajah. Bersamaan dengan itu, dalam komunikasi nonverbal terdapat beberapa jenis komunikasi nonverbal yang dapat menciptakan peluang terjadinya kesalahan penafsiran.

4. Proses neuro-fisiologis.

  • Komunikasi verbal ditafsirkan oleh otak kiri yang dapat membantu dalam melakukan analisis. Hal ini terjadi hampir setiap kali namun otak tidak mengikuti setiap waktu.
  • Komunikasi nonverbal ditafsirkan oleh otak kanan. Oleh karena itu, penafsiran yang terjadi melibatkan berbagai kegiatan ruang, gambar, dan gestalt dalam otak dan menciptakan berbagai macam respon.

5. Durasi waktu yang dibutuhkan.

  • Komunikasi verbal berlangsung secara cepat dan efisien.
  • Komunikasi nonverbal memakan waktu yang lebih lama bila dibandingkan komunikasi verbal.

6. Kesalahpahaman berdasarkan waktu dan situasi.

  • Komunikasi verbal memiliki umpan balik segera dan sangat minimal terjadi kesalahpahaman.
  • Komunikasi nonverbal tidak selalu terjadi umpan balik dan sangat mungkin terjadi kesalahpahaman.

7. Presensi dan jarak.

  • Komunikasi verbal dapat digunakan dalam berbagai bentuk seperti surat, chat, telepon, dan lain-lain. Jarak tidak menjadi masalah dalam komunikasi verbal.
  • Komunikasi nonverbal tidak dapat terjadi dalam jarak yang terlalu lebar. Selain itu, partisipan komunikasi haruslah bertatap muka satu sama lain agar dapat menerima pesan-pesan nonverbal.

8. Bukti atau dokumentasi.

  • Komunikasi verbal dapat disampaikan secara keras dan orang lain dapat menyaksikannya. Karena itu, komunikasi verbal dapat didokumentasikan dan menjadi barang bukti.
  • Komunikasi nonverbal tidak dapat didokumentasikan dan dijadikan barang bukti. Kecuali ada pihak ketiga yang menjadi saksi terjadinya komunikasi nonverbal yang dilakukan oleh para partisipan komunikasi.

9. Penggunaan

  • Komunikasi verbal yang digunakan oleh manusia hanya sekitar 7 (tujuh) persen saja dari keseluruhan komunikasi yang dilakukan.
  • Komunikasi nonverbal sangat penting dibandingkan komunikasi verbal. Hal ini dibuktikan dengan hasil studi yang dilakukan oleh Albert Mehrabian yang menunjukkan bahwa sebanyak 93 persen dari komunikasi yang dilakukan oleh manusia adalah komunikasi nonverbal.

10. Tujuan

  • Komunikasi verbal utamanya ditujukan untuk menginformasikan pengetahuan karena kata-kata sangatlah berpengaruh. Selain itu, komunikasi verbal dapat digunakan sebagai alat dalam komunikasi persuasi, debat publik, diskusi kelompok, dan lain-lain. Komunikasi verbal juga dapat digunakan untuk membentuk hubungan karena kata-kata dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan.
  • Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mengekspresikan kedekatan dan emosi.

Baca juga :

Pengertian

A. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal berkaitan dengan bentuk komunikasi dimana pesan dikirimkan secara verbal. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata baik secara lisan maupun tertulis. Tujuan dari setiap komunikasi adalah agar orang lain memahami apa yang kita sampaikan.

Komunikasi verbal dapat dilakukan melalui 2 (dua) cara, yaitu komunikasi lisan dan komunikas tulisan.

  • Komunikasi lisanYang dimaksud dengan komunikasi lisan adalah komunikasi ujaran atau komunikasi melalui tuturan. Dalam komunikasi lisan, kita menggunakan kata-kata untuk menyampaikan pesan termasuk didalamnya percakapan tatap muka, pidato, percakapan melalui telepon, video, radio, televisi, dan suara melalui internet.
  • Komunikasi tulisan. Dalam komunikasi tulisan, simbol atau tanda tulisan digunakan untuk berkomunikasi. Sebuah pesan tulisan  atau tertulis dapat dipublikasikan. Dalam komunikasi tulisan, pesan dapat ditransmisikan melalui surat elektronik, surat, laporan, catatan, dan lain-lain. Pesan dalam komunikasi tulisan dipengaruhi oleh penggunaan kosa kata dan tata bahasa, gaya penulisan, presisi, dan kejelasan bahasa yang digunakan.

Baca juga :

Selain dapat dilakukan melalui dua cara yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tulisan, komunikasi verbal terdiri dari dua jenis, yaitu komunikasi formal dan komunikasi informal.

  • Komunikasi formal atau dikenal juga dengan istilah komunikasi resmi adalah salah satu jenis komunikasi dimana pengirim pesan mentransmisikan informasi kepada penerima pesan melalui saluran yang telah ditentukan sebelumnya.  (Baca juga : Akulturasi Komunikasi Antar Budaya)
  • Komunikasi informal atau dikenal juga istilah grapevine adalah salah satu jenis komunikasi dimana pengirim pesan mentransmisikan informasi tidak melalui saluran komunikasi yang telah ditentukan sebelumnya. (Baca juga : Pola Komunikasi OrganisasiKomunikasi Dakwah)

Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan sebuah sistem yang diatur dengan sintaktis, semantik, dan konteks. Komunikasi verbal didasari pada beberapa prinsip dasar, diantaranya adalah :

  • Bahasa memiliki aturannya sendiri. Bahasa adalah sebuah kode dan merupakan sekumpulan simbol, huruf, atau kata-kata dengan makna arbriter yang terikat dengan aturan sintaksis serta digunakan untuk berkomunikasi. Terdapat tiga aturan mendasar yang mengendalikan penggunaan kata-kata, yaitu sintaktis, semantik, dan konteks.
  • Bahasa membentuk realitas. Bahasa akan selalu mengalami perubahan dan perkembangan sehingga menentukan realitas dalam berbagai macam cara.
  • Bahasa bersifat arbriter dan simbolis. Manusia memberikan makna terhadap segala sesuatu yang ada di sekitarnya dan makna ini akan berubah seiring berjalannya waktu. Simbol-simbol arbriter termasuk huruf-huruf, angka, dan tanda baca membentuk sebuah konsep dalam pengalaman kita.
  • Bahasa bersifat abstrak. Kata-kata dapat merepresentasikan berbagai aspek tentang lingkungan yang ada di sekitar kita. Selain itu, kata-kata juga dapat memainkan peranan yang sangat penting. Kata-kata dapat menggambarkan sebuah gagasan atau konsep secara lebih sederhana hingga membuatnya lebih mudah untuk dikomunikasikan.
  • Bahasa mengelompokkan realitas. Kita menggunakan bahasa untuk menciptakan dan mengekspresikan beberapa hal di dunia. Kita seringkali mengelompokkan kata-kata yang merepresesntasikan beberapa konsep terkait dengan kedekatan fisik atau kesamaan satu sama lain.

Baca juga : Analisis Wacana Kritis – Paradigma Penelitian KuantitatifKomunikasi Sosial Menurut Para Ahli

Komunikasi verbal memiliki beberapa karakteristik, yaitu :

  • Menggunakan kata-kata untuk mengirimkan pesan.
  • Terdiri dari dua jenis komunikasi yaitu komunikasi formal dan komunikasi informal.
  • Tidak membutuhkan waktu dalam penyampaiannya.
  • Seringkali terjadi peluang kesalahan pengiriman pesan.
  • Komunikasi tertulis dapat didokumentasikan.
  • Pesan mudah dipahami.
  • Umpan balik bersifat segera.
  • Tidak dibutuhkan kehadiran partisipan komunikasi karena pesan dapat disampaikan melalui surat, telepon, dan lain-lain.

Baca juga:

B. Komunikasi Nonverbal

Yang dimaksud dengan komunikasi nonverbal adalah pengiriman dan penerimaan pesan-pesan tanpa kata.  Dengan kata lain, komunikasi yang kita lakukan tidak hanya sekedar komunikasi lisan dan komunikasi tulisan melainkan juga komunikasi nonverbal melibatkan gestur, bahasa tubuh, postur, nada suara atau ekspresi wajah. Komunikasi nonverbal adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa tubuh pengirim pesan.

Komunikasi nonverbal dapat membantu penerima pesan dalam menafsirkan pesan-pesan yang diterima. Seringkali, sinyal-sinyal nonverbal merefleksikan situasi lebih akurat bila dibandingakan pesan-pesan verbal. Terkadang tanggapan nonverbal kontradiktif dengan komunikasi verbal dan berdampak pada efektifitas pesan.

Komunikasi nonverbal terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

  • Kinesic adalah studi tentang bahasa tubuh seseorang misalnya gesture, postur, ekspresi wajah, dan lain-lain.
  • Artifacts atau artifactual communication adalah penampilan seseorang ketika bebicara tentang kepribadiannya misalnya caranya berpakaian, penggunaan perhiasan, gaya hidup, dan lain-lain.
  • Chronemics adalah penggunaan waktu dalam komunikasi misalnya kecepatan berbicara dan lain-lain.
  • Haptics adalah penggunaan sentuhan dalam komunikasi sebagai bentuk ekspresi perasaan dan emosi.
  • Proxemics adalah jarak yang digunakan oleh seseorang ketika berkomunikasi dengan orang lain, hal-hal yang dikomunikasikan adalah tentang hubungan seseorang dengan orang lain seperti kedekatan, personal, sosial, dan publik.
  • Vocalics atau paralanguage adalah volume atau nada suara dan pitch yang digunakan oleh pengirim pesan untuk mengkomunikasikan sebuah pesan kepada penerima pesan.

Baca juga:

Sebagaimana komunikasi verbal, maka komunikasi nonverbal pun memiliki beberapa prinsip dasar, diantaranya adalah :

  • Komunikasi nonverbal bersifat fleksibel.
  • Komunikasi nonverbal berlangsung secara cepat.
  • Komunikasi nonverbal dapat menggantikan atau memperkuat komunikasi verbal.
  • Komunikasi nonverbal bersifat universal.
  • Komunikasi nonverbal membingungkan dan kontekstual.
  • Komunikasi nonverbal dapat bertujuan maupun tidak.
  • Pesan-pesan nonverbal mengkomunikasikan perasaan dan sikap.
  • Komunikasi nonverbal lebih dari sekedar komunikasi verbal.
  • Komunikasi nonverbal merupakan kunci bagi hubungan anggota kelompok.

Selain memiliki beberapa prinsip, komunikasi nonverbal juga memiliki beberapa karakteristik, yaitu :

  • Menggunakan tanda untuk mengirimkan pesan
  • Terdiri dari 6 (enam) jenis yaitu chronemics, vocalics, haptics, kinesics, proxemics, dan artifacts
  • Membutuhkan waktu dalam penyampaiannya
  • Sebagian besar terjadi peluang terjadinya transmisi pesan yang salah
  • Tidak dapat didokumentasikan
  • Komunikasi nonverbal sangat membantu untuk dapat memahami emosi, status, gaya hidup, dan perasaan pengirim pesan
  • Kehadiran partisipan komunikasi sangat diharuskan

Baca juga : Teori Penetrasi SosialTeori New Media

Manfaat Mempelajari Perbedaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Mempelajari perbedaan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu kita dapat memahami berbagai perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal berdasarkan pengertian, jenis, fungsi, prinsip-prinsip, serta karakteristik yang dimiliki oleh komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.

Demikianlah ulasan singkat tentang perbedaan antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan tentang komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal beserta pengertian dan penjelasannya.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Komunikasi