11 Peran Jurnalistik Dalam Perkembangan Bahasa Indonesia Saat Ini

Jurnalistik adalah salah satu bagian penting dalam perkembangan bahasa suatu negara, termasuk Indonesia. Perkembangan jurnalistik di Indonesia sangat berperan penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa jurnalistik saat ini begitu pesat dan maju hingga memberikan banyak pengaruh dalam tata bahasa. Berikut ini adalah beberapa peran jurnalistik dalam perkembangan bahasa Indonesia saat ini:

1. Menyebarkan istilah baru

Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak sekali istilah yang bisa dipergunakan dalam bahasa sehari-hari. Seiring dengan semakin majunya perkembangan jurnalistik di Indonesia, perkembangan istilah baru pun juga ikut berkembang. Banyak ditemukan berbagai macam jenis istilah baru dalam bahasa Indonesia saat ini.

Istilah baru yang kini semakin memperkaya bahasa Indonesia tidak terlepas dari peran media sosial atau new media sebagai bagian penting dalam jurnalistik. Istilah kekinian pun semakin mewarnai bahasa sehari-hari anak muda saat ini. Adapun beberapa istilah baru yang sering kita dengar adalah selfie, medsos, mantul, dan istilah lainnya.

Baca juga :

2. Penggunaan kalimat yang efektif

Peran penting lainnya dari jurnalistik dalam bahasa Indonesia adalah semakin banyak digunakan penggunaan kalimat yang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Pada masa dulu, banyak sekali penggunaan kalimat yang bisa dibilang tidak efektif dan terlalu mubazir. Namun kini, berkat jurnalistik, penggunaan kalimat efektif semakin banyak diaplikasikan.

Misalnya saja dalam penyajian sebuah berita. Untuk bisa mendapatkan perhatian yang menarik dan membuat pembaca tidak bosan dengan sebuah informasi, maka diperlukan penggunaan kalimat efektif yang tepat. Sebuah artikel akan jauh lebih banyak dibaca jika menggunakan kalimat efektif yang singkat dan padat.

3. Penggunaan imbuhan yang tepat

Tak hanya sekedar berperan penting dalam penggunaan kalimat yang efektif, namun juga dalam penggunaan imbuhan yang tepat. Dunia jurnalistik tidaklah mudah digeluti. Perlu kreativitas tingkat tinggi dalam penggunaan bahasa yang mampu menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi informasi yang disajikan.

Salah satu cara dalam menarik minat pembaca adalah dengan menggunakan imbuhan yang tepat. Sebuah judul dengan menekankan poin penting dengan penggunaan imbuhan yang tepat akan menarik minat pembaca. Misalnya saja kalimat ‘Warga Temukan Potongan Mayat’. Penggunaan imbuhan -kan membuat judul semakin menarik namun tetap efektif dan efisien.

Baca juga :

3. Mengenalkan struktur bahasa yang tepat

Jurnalistik juga berperan penting dalam mengenalkan struktur bahasa yang tepat dalam penggunaan bahasa Indonesia. Seorang jurnalis diwajibkan memiliki kemampuan menyajikan informasi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang tepat, maka secara tak langsung seorang jurnalis juga turut andil dalam pengenalan struktur bahasa yang tepat pada masyarakat.

Sebagai negara berkembang, Indonesia masih memiliki jumlah yang besar untuk warga negara yang mengalami buta huruf. Maka dari itu, peran jurnalistik begitu besar dalam perkembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar di seluruh tanah air melalui informasi yang disajikan.

4. Menguatkan bahasa Indonesia

Jurnalistik adalah dunia dimana bahasa Indonesia adalah bahasa utama. Maka dari itu, perkembangan bahasa Indonesia sangat bergantung pada perkembangan jurnalistik. Jurnalistik adalah bagian penting yang begitu memuliakan bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari tidak lepasnya pengguna bahasa Indonesia dalam setiap kesempatan yang berhubungan dengan jurnalistik.

Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dalam dunia jurnalistik merupakan salah satu cara untuk terus menguatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.

Baca juga :

5. Penggunaan akronim yang tepat

Perkembangan lain dari bahasa Indonesia yang terjadi akibat adanya jurnalistik adalah penggunaan akronim atau singkatan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat yang masih sedikit pengetahuannya tentang akronim, bahkan ada juga yang salah dalam menggunakan akronim.

Misalnya saja penggunaan akronim ‘pemilu’ yang memiliki kepanjangan pemilihan umum menjadi salah satu akronim yang populer belakangan ini akibat pemberitaan tentang pemilihan umum tahun ini.

6. Memperkenalkan istilah asing

Tak hanya istilah baru saja yang diperkenalkan dalam dunia jurnalistik, tapi juga istilah asing. Dalam media sosial, terdapat istilah ‘download’ dan ‘upload’ yang termasuk ke dalam istilah asing. Namun berkat kemajuan new media, istilah ini tidak lagi asing di telinga masyarakat. Istilah ini pun seolah menjadi bahasa sehari-hari.

7. Pengenalan kalimat langsung dan tidak langsung

Hal lain yang merupakan peran jurnalistik dalam perkembangan bahasa Indonesia adalah pengenalan pada kalimat langsung dan tidak langsung. Dalam jurnalistik, banyak digunakan kalimat langsung dan tidak langsung. Misalnya pada pengutipan pernyataan dari seseorang yang diwawancarai, tentu akan digunakan kalimat langsung atau tidak langsung saat menyajikannya dalam tampilan berita nanti.

Baca juga :

8. Pengenalan EYD yang baik

Sering kali masyarakat tidak mengetahui cara menggunakan EYD yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Namun dengan adanya berbagai media seperti koran atau majalah, maka masyarakat yang dekat dengan media akan lebih mudah mengenali EYD yang benar. Hal ini dikarenakan media harus menyajikan berita dengan memperhatikan penggunaan EYD yang tepat.

9. Menambah kosakata baru

Tak hanya mengenalkan berbagai istilah baru, jurnalistik juga berperan penting dalam menambah kosakata baru. Ada banyak kosakata baru yang selalu dikenalkan kepada masyarakat. Adapun beberapa kosakata baru yang kini banyak digunakan pada new media adalah gawai, warga net, daring, pratayang, dan lain-lain.

Baca juga :

10. Mencerdaskan masyarakat

Dengan adanya berbagai media saat ini, tak hanya meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia saja, tapi juga mencerdaskan masyarakat. Masyarakat akan mengetahui bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini muncul saat membaca berita pada sebuah media.

11. Melestarikan bahasa Indonesia

Tak hanya mencerdaskan masyarakat, jurnalistik juga berperan penting dalam melestarikan bahasa Indonesia. Seiring dengan semakin mendunianya berbagai istilah asing, penggunaan bahasa Indonesia tidak boleh ikut tergerus.

Itulah 11 peran jurnalistik dalam perkembangan bahasa Indonesia saat ini. Semakin berkembangnya jurnalistik, maka akan semakin berkembang pula bahasa Indonesia.