Sponsors Link

15 Pengertian Media Cetak Menurut Para Ahli

Sponsors Link

Dalam komunikasi, terutama komunikasi massa tidak pernah lepas dari peran media. Media massa menjadi penyalur pesan atau informasi yang ingin disampaikan komunikator kepada masyarakat luas.  Oleh karena itu, media massa berkembang menjadi pusat penyedia dan penyampai berbagai informasi yang terjadi di tengah masyarakat. Media massa memiliki peran penting dalam mengekpresikan, mendukung, dan mengakui suatu budaya yang berlaku dalam masyarakat.

ads

Arti media massa sendiri mengacu pada sekumpulan media teknologi, yang mampu menjangkau masyarakat luas melalui media massa. Dalam perkembangannya, terdapat bermacam media komunikasi yang tersebar dalam masyarakat, yaitu media cetak, media elektronik, dan media online (baca juga: macam-macam media komunikasi). Komunikasi online dewasa ini menjadi media yang paling pupuler, namun media cetak dan elektronik masih tetap bertahan dan digemari.

Media cetak merupakan media yang ditampilkan dalam bentuk cetakan dalam kertas. Media ini pertamakali ditemukan pada tahun 1455 oleh Johannes Gutenberg. Pada awal kemunculannya, media yang digunakan masih berupa daun atau tanah liat. Hingga saat ini perkembangan media cetak semakin maju, baik dalam hal media, bentuk, serta teknis serta alat-alat percetakkannya. Conntoh media cetak antara lain surat kabar, majalah, tabloid, dan bulletin. Berikut ini akan Pakar Komunikasi paparkan pengertian media cetak menurut para ahli.

Berikut ini beberapa pengertian media cetak dari beberapa ahli komunikasi terkemuka, antara lain:

1. Secara Harafiah

Jika dilihat dari arti harafiahnya, media yang berasal dari kata latin merupakan bentuk jamak dari kata ‘medium’, yang berarti ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Artinya media adalah perantara atau pengantar pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Sedangkan percetakan, secara harafiah berarti sebuah proses untuk memproduksi tulisan atau gambar, terutama dengan tinta di atas kertas, yang dilakukan secara masal dengan menggunakan mesin cetak.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa media cetak merupakan sebuah perantara atau pengantar pesan dari sumber pesan kepada  penerimanya, dalam bentuk tulisan atau gambar yang di cetak dengan tinta diatas kertas (baca juga: karakteristik media cetak).

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KKBI edisi ketiga, media cetak merupakan sebuah sarana media masa yang mana dicetak dan diterbitkan secara berkala, seperti surat kabar, atau majalah (baca juga: fungsi komunikasi sosial menurut para ahli).

3. Menurut Eric Barnow

Eric Barnow mengemukakan bahwa media cetak memiliki pengertian sebagai segala barang yang dicetak dan ditujukan untuk umum. Media cetak merupakan berbagai bentik barang cetakan seperti majalah, surat kabar, atau lainnya yang dibuat dengan tujuan menyebarkan informasi atau pesan komunikasi kepada masyarakat luas (baca juga: macam-macam media komunikasi).

4. Menurut Ronald H Aderson

Dalam buku ‘Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran’ yang di terjemahkan oleh Yusufhadi Miarso; Ronald H Anderson menyatakan bahwa media cetak merupakan segala bahan bacaan yang diproduksi secara professional, misalnya buku dan majalah (baca juga: media massa menurut para ahli).

5. Menurut Azhar Arsyad

Dalam buku ‘Media Pembelajaran’ terbitan Rajawali Press pada tahun 2013, Azhar Arsyad mendefinisikan media cetak sebagai cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, misalnya buku dan materi visual statis. Penyampaian materi ini Dilakukan melalui proses percetakan mekanis dan fotografis (baca juga: pengertian komunikasi bisnis menurut para ahli).

Sponsors Link

6. Menurut Dewi Salma Prawiradilaga

Dalam buku ‘Wawasan Teknologi Pendidikan; yang diterbitkan oleh Prenada pada tahun 2012 Dewi Salma Prawiradilaga menyebutkan bahwa media cetak memiliki dua komponen utama yaitu teks (verbal) dan bahan visual. Media cetak memiliki kekhususan berkaitan dengan kebiasaan pembaca dalam mencerna materi secara linear, mencerna visual menurut ruang, dan gerak pembacanya bersifat pasif. Terdapat ketergantungan terhadap aspek kebahasaan, biasanya pesan disusun kembali berdasarkan kepentingan pemakai.

7. Menurut Wikidata

Berdasarkan laman Wikidata, media cetak memiliki pengertian sebagai sarana media massa. Sarana media massa ini dicetak dan diterbitkan secara berkala.  Misalnya surat kabar dan majalah (baca juga: pengertian komunikasi menurut para ahli).

8. Menurut Wikipedia

Berdasarkan pengertian yang dipublikasikan oleh laman Wikipedia mengenai media di Indonesia, media cetak dapat diartikan sebagai media yang melakukan proses penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi cetak, dan dalam bentuk cetak. Media komunikasi yang merupakan bagian dari media cetak adalah surat kabar, majalah, dan tabloid (baca juga: cara menulis berita).

9. Menurut Oxford Living Dictionaris

Berdasarkan pengertian print media dari Oxford Living Dictionaris, media cetak dapat diartikan sebagai sarana komunikasi massa dalam bentuk publikasi cetak, seperti surat kabar dan majalah (baca juga: sejarah media massa).

ads

10. Menurut Cambridge Business English Dictionary

Berdasarkan pengertian print media dari Cambridge Business English Dictionar, yaitu ‘ a way of referring to newspapers and magazines’ maka dapat didapatkan pengertian media cetak sebagai sebuah cara komunikasi yang merujuk pada koran dan majalah.

Jenis media cetak dan pengertiannya

Seperti telah disebutkan diatas, terdapat beberapa jenis media cetak yang banyak digunakan oleh masyarakat, khususnya di Indonesia (baca juga: perkembangan media sosial di Indonesia). Jenis media cetak antara lain surat kabar, majalah, tabloid, bulletin, dan brosur. Berikut pengertian kelima jenis media cetak tersebut menurut para ahli.

11. Menurut Onong Uchjana Effendy

Surat kabar merupakan lembaran tercetak yang didalamnya memuat laporan kejadian yang terjadi di masyarakat. Surat kabar memiliki ciri khusus yakni terbit secara berkala atau periodic, bersifat umum, dan memuat berita aktual mengenai apa saja yang mengandung nilai untuk diketahui publik, dalam lingkup seluruh dunia.

12. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia majalah didefinisikan sebagai terbitan berkala yang berisi berbagai liputan jurnalistik, pandangan mengenai topic aktual yang patut diketahui oleh pembaca. Berdasarkan waktu penerbitannya, terdapat majalah bulanan, majalah tengah bulanan, majalah mingguan, dan sebagainya. Sedangkan berdasarkan isinya, dibedakan menjadi majalah berita, majalah olahraga, majalah sastra, majalah ilmu pengetahuan, majalah remaja, majalah wanita, majalah anak, dan lain sebagainya.

13. Menurut Kurniawan Juanaedhie

Dalam bukunya ‘Ensiklopedi Pers Indonesia’ yang terbit pada tahun 1991, Kurniawan Juanaedhie mendefinisikan tabloid sebagai surat kabar yang memiliki ukuran setengah dari ukuran surat kabar biasa dan terbit secara berkala (baca juga: sejarah perkembangan alat komunikasi).

14. Menurut KKBI

Juga berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), bulletin menandung pengertian sebagai media cetak yang berupa selebaran atau majalah dan berisi warta singkat atau pernyataan tertulis. Bulletin diterbitkan secara periodik oleh organisasi atau lembaga dengan kelompok pfofesi tertentu. Bulletin juga di definisikan sebagai siaran kilat yang bersifat resmi mengenai perkembangan penyelidikan, pertandingan, dan lain sebagainya.

15. Menurut Wikipedia

Laman Wikipedia mendefinisikan brosur sebagai buku yang terdiri dari satu atau sejumlah kecil halaman dan diterbitkan secara tidak berkala. Brosur bersifat selesai dalam satu kali terbit, sehingga tidak terkait dengan terbitan lain.

Kelebihan dan Kekurangan Media Cetak

Media cetak memiliki kelebihan dan kekurangan dibandungkan dengan media lainnya, yaitu media elektornik dan media online. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari media cetak:

Kelebihan media cetak:

  • Dapat dibaca berkali-kali, jika di simpan
  • Membuat seseorang berpikir secara lebih spesifik mengenai isi tulisan
  • Dapat dikoleksi
  • Harganya cukup terjangkau
  • Mampu menjelaskan hal yang bersifat kompleks dengan lebih baik

Kekurangan media cetak:

  • Lambat dalam memberikan informasi, sebab perlu menunggu proses cetak dan pendistribusian sebelum menyebarkan informasi tersebut.
  • Tidak dapat menyebarkan informasi secara langsung
  • Hanya dapat menampilkan tulisan atau gambar
  • Efek visual hanya berupa gambar
  • Biaya produksi cukup mahal. Sebab perlu dicetak dan dikirim sebelum sampai kepada pembaca.

Perkembangan Media Cetak di Indonesia

Di Indonesia media cetak telah mulai dikenal sejak tahun 1744, pada masa kolonialisme Belanda (baca juga: perkembangan media massa di Indonesia). Media massa cetak yang terbit saat itu menggunakan bahasa Belanda, dan isinya berupa berita ringan seperti seputar orang-orang Eropa di Indonesia. Media cetak pertama terbit di Batavia, dengan nama ‘Batavia Nouveles’. Media massa cetak berbahasa melayu baru muncul seabad kemudian, yaitu pada tahun 1858. Media cetak berbahasa melayu yang terbit saat itu misalnya ‘Soerat Khabar Betawi’, ‘Bintang Timur’, ‘Bintang Barat’, dan ;Hindia Neterland’.

Sponsors Link

Pada masa pemerintahan Jepang, banyak media cetak, khususnya surat kabar di Indonesia di ambil alih atau diawasi dengan sangat ketat. Media massa cetak dijadikan alat propaganda untuk kepentingan pemerintah Jepang (baca juga: peran media komunikasi politik). Wartawan pribumi hanya berstatus sebagai pegawai, sedangkan posisi strategis diisi oleh sdm yang khusus didatangkan dari Jepang.

Pasca kemerdekaan, media massa cetak dimanfaatkan oleh para pahlawan bangsa sebagai alat perlawanan. Berbagai teriakan perjuangan ditulis dalam artikel-artikel yang di publikasikan lewat media cetak . Hingga saat ini media cetak berisi berbagai macam informasi atau berita, baik mengenai komunikasi politik, komunikasi pemerintahan, kejadian sehari-hari, ilmu pengetahuan, hingga masalah khusus seperti fashion atau teknologi.

Demikian artikel mengenau pengertian media cetak menurut para ahli ini, terdapat 15 pengertian media cetak baik secara harafiah, menurut KKBI, Eric Barnow, Ronald H Aderson, Azhar Arsyad, Dewi Salma Prawiradilaga, Wikipedia, dkk. Akhir kata Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang anda butuhkan. Jika ada pertanyaan, penambahan, atau komentar yang membangun, silahkan tinggalkan pesan, dan jangan lupa berbagi ya jika anda merasa artikel ini bermanfaat!^^

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Oleh :
Kategori : Media Komunikasi