Sponsors Link

10 Teknik Komunikasi Arsitektur Secara Umum

Sponsors Link

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, yang dimaksud dengan arsitektur adalah seni  dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dan sebagainya. Arsitektur juga dimaknai sebagai metode atau gaya rancangan suatu konstruksi bangunan. Sedangkan, orang yang ahli dalam merancang dan menggambar bangunan, jembatan, dan sebagainya sekaligus sebagai penyelia konstruksinya disebut dengan arsitek. Arsitektur dipandang sebagai sebuah fenomena budaya yang memiliki fenomena komunikasi tersendiri.

ads

Seorang ahli sejarah arsitektur yang bernama Spiro Kostof menyatakan bahwa seorang arsitek harus mampu untuk mengkomunikasikan visinya terkait dengan bentuk dan tampilan bangunan, tidak hanya kepada klien atau pengguna namun juga kepada anggota tim, pembuat kebijakan, masyarakat, serta media. Komunikasi yang dilakukan oleh seorang arsitek dapat berupa komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, komunikasi tertulis, dan komunikasi visual. Teknik-teknik arsitektur yang diadopsi untuk mengkomunikasikan ide atau visi arsitek serta isi komunikasi akan sangat beragam tergantung pada apa yang dikomunikasikan, maksud dan tujuan, siapa yang menjadi pengguna, dan tahapan proyek. Inilah yang dinamakan dengan komunikasi arsitektur.

Komunikasi arsitektur dipandang sebagai sebuah fenomena semiotika dan sebuah kegiatan arsitektur-baik intra maupun ekstra-dimana keseluruhan kegiatan tersebut ditampilkan dalam bentuk ruang yang dipahami sebagai sebuah tindakan komunikasi (Vuckovic, 2013 : 63). Memahami arsitektur sebagai sebuah komunikasi pertama kali dilakukan pada awal abad 20 melalui semiotika seperti teori semiotika Ferdinand De Saussure, teori semiotika Charles Sander Peirce, dan teori semiotika Roland Barthes. Selain teori-teori semiotika, teori-teori strukturalistik, teori informasi, dan teori post-structuralism serta teori postmodern juga berperan besar dalam upaya untuk memahami arsitektur.

Baca juga : Pengantar Ilmu Komunikasi

Pengertian

Istilah komunikasi arsitektur memiliki makna yang beragam. Beberapa praktisi arsitektur merujuk  komunikasi arsitektur sebagai sarana untuk melakukan strategi dan membuat karya seseorang menjadi tontonan publik untuk menghasilkan lebih banyak pekerjaan. Sementara itu, beberapa ahli lainnya merujuk komunikasi arsitektur sebagai visualisasi arsitektur yang menerapkan representasi komunikasi grafis dalam arsitektur seperti menggabungkan beberapa fitur sketching, dua dimensi, tiga dimensi, perspektif, model-model fisik, rendering, gambar garis, presentasi arsitektur dan lain-lain yang memiliki peran penting dalam merepresentasikan pikiran arsitektur (Dutta, tanpa tahun).

Salah satu cara terbaik untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan seorang arsitek adalah melalui gambar. Kemampuan seorang arsitek dalam mewujudkan ide atau gagasan atau pikiran arsitekturnya ke dalam bentuk gambar dua dimensi atau tiga dimensi seperti disebutkan sebelumnya dinamakan dengan teknik komunikasi arsitektur.

Baca juga:

Adapun beberapa teknik komunikasi arsitektur adalah sebagai berikut :

  1. Sketches

Sketsa adalah gambar yang cepat dieksekusi dengan cepat guna merekam dan mengembangkan sebuah ide atau gagasan. Sketsa biasanya tidak ditujukan sebagai sebuah karya akhir. Sketsa dapat dibuat sedemikian rupa menjadi bentuk yang lebih rapi dan dapat digunakan untuk mengkomunikasikan prinsip-prinsip desain. Dalam arsitektur, pekerjaan akhir adalah pekerjan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga sangatlah penting untuk menyelesaikan desain semaksimal mungkin sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Komunikasi pada tahap desain awal sangat penting untuk menjaga agar desain tetap bergerak menuju hasil yang telah ditetapkan. (Baca juga : Komunikasi Massa)


  1. Schematic drawing

Gambar skema adalah diagram garis yang menggambarkan keterhubungan setiap komponen yang ada dalam sistem. Gambar skema mengandung beberapa hal, diantaranya adalah tata letak dua dimensi yang menggambarkan distribusi sistem bangunan; semua komponen fungsional yang membentuk sistem; simbol-simbol dan konvensi garis yang sesuai dengan panduan standar industri; dan label untuk pipa dan lain sebagainya yang tidak ditunjukkan di tempat lain. (Baca juga: Fungsi Bahasa dalam Komunikasi Bisnis)

  1. Orthographic projections

Gambar proyeksi menitikberatkan pada gambar yang diukur dan menjelaskan ide atau gagasan dari sebuah bangunan dalam bentuk dua dimensi yang menyangkut perencanaan, bagian, dan elevasi. Gambar dua dimensi ini mengungkapkan gambar tiga dimensi sebuah bangunan. (Baca juga: Etika Komunikasi Digital)

  1. Isometric and axonometric projections

Isometri dan proyeksi aksonometri adalah cara mudah untuk merepresentasikan sebuah obyek tiga dimensi dengan tetap menjaga berbagai elemen terhadap skala dan menunjukkan hubungan antara beberapa sisi obyek yang sama sehingga kompleksitas bentuk dapat dipahami dengan jelas. (Baca juga : Model Komunikasi Newcomb)

  1. Perspective drawing

Gambar perspektif adalah representasi perkiraan pada permukaan datar gambar seperti yang dialami oleh mata. Terdapat beberapa kategori dasar gambar perspektif arsitektur berdasarkan jumlah titik yaitu perspektif satu titik, perspektif dua titik, dan perspektif tiga titik.

  • Gambar pesrpektif satu titik adalah salah satu jenis perspektif linear yang menggunakan satu titik yang ditempatkan pada garis horizontal. Jenis perspektif ini umumnya digunakan untuk menggambar jalan, jalur kereta api, atau bangunan yang jika dilihat akan tampak bahwa bagian depan bangunan mengarah langsung atau menghadap pengamat.
  • Gambar perspektif dua titik adalah salah satu jenis perspektif linear yang menggunakan garis untuk menciptakan ilusi ruang pada permukaan gambar dua dimensi. Perspektif dua titik menempatkan dua titik pada garis horisontal. Perspektif jenis ini biasanya digunakan untuk menggambar obyek yang sama sebagai satu titik perspektif.
  • Gambar perspektif tiga titik mengenalkan realisme tambahan dengan membuat vertical turun ke titik lenyap ketiga, yang berada di bawah atau di atas, tergantung pada apakah pandangan itu dilihat dari atas atau dari bawah.

Baca juga :

  1. Rendering

Architectural rendering atau ilustrasi arsitektur adalah seni menciptakan gambar dua dimensi atau animasi yang menunjukkan atribut dari desain arsitektur yang diusulkan. Ilustrasi arsitektur ini dapat menggunakan dua cara yaitu melalui komputer dan secara manual menggunakan tangan. Gambar yang dilakukan dengan menggunakan komputer menggunakan perangkat lunak pemodelan tiga dimensi atau perangkat lunak komputer lainnya dengan tujuan untuk presentasi. Teknik yang digunakan pun beragam. Beberapa metode menciptakan gambar datar sederhana atau gambar dengan bayangan dasar.

Teknik yang paling popular digunakan adalah menggunakan perangkat lunak untuk menghasilkan pencahayaan dan material yang akurat. Teknik ini seringkali merujuk pada “photo real rendering”. Selain menggunakan komputer, ilustrasi arsitektur juga dapat diciptakan secara manual yakni dengan menggunakan tangan. Beberapa illustrator menggunakan kombinasi antara manual dan komputer. Media yang umum digunakan untuk ilustrasi arsitektur secara manual adalah cat air, spidol, pensil warna, pena dan tinta, dan acrylics. (Baca juga : Model Komunikasi Alir Banyak Tahap)

  1. Building Information Modeling

Building information modeling atau BIM adalah proses berbasis model tiga dimensi yang dimaksudkan untuk memastikan orang yang tepat mendapatkan informasi yang tepat pada waktu yang tepat sehingga mereka dapat membuat keputusan yang efektif. Persyaratan informasi ditetapkan dari sudut pandang klien terkait dengan jenis-jenis informasi yang dibutuhkan, tingkat detil yang dibutuhkan, serta kapan informasi itu dibutuhkan. (Baca juga : Contoh Informasi Verbal Diubah Menjadi Non Verbal)

  1. Scale/Formatting design

Bagian ini merupakan tahapan yang menekankan pada kisaran skala gambar tertentu yang dapat digunakan pada berbagai tahap proses perancangan arsitektur.   Untuk merepresentasikan ruang atau bangunan, sistem skala perbandingan dibutuhkan untuk merancang, membangun, dan menjelaskan ide atau gagasan arsitektur. Perencanaan, bagian, gambar elevasi, dan pemodelan adalah konvensi yang digunakan untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan yang perlu diciptakan dengan menggunakan sebuah sistem yang dapat diukur dan dipahami oleh arsitek, konstruktor, dan klien. (Baca juga : Teori Konstruksi Realitas Sosial)

  1. Architectural model

Model arsitektur adalah salah satu jenis model skala yaitu representasi fisik dari sebuah struktur yang dibangun untuk mempelajari aspek desain atau rancangan arsitektur atau untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan. Model arsitektur dibuat berdasarkan tujuan dengan menggunakan berbagai macam bahan, termasuk balok, kertas, dan kayu dengan ukuran yang beragam. (Baca juga : Komunikasi Nonverbal Menurut Para Ahli)

  1. Presentation format

Bentuk presentasi terkait dengan cara mengkomunikasikan ide atau gagasan seorang arsitek. Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting. Gambar presentasi dasar biasanya mencakup orang, kendaraan, pepohonan. Bentuk presentasi lainnya adalah maket dan foto. Biasanya bentuk presentasi digunakan saat arsitek melakukan presentasi di depan klien atau pemangku kepentingan lainnya agar mempermudah proses negosiasi atau untuk kompetisi. (Baca juga : Teori Jean Baudrillard)

Manfaat Mempelajari Teknik Komunikasi Arsitektur

Mempelajari teknik komunikasi arsitektur dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah kita dapat mengetahui pengertian komunikasi arsitektur, pengertian teknik komunikasi arsitektur, serta berbagai macam teknik komunikasi arsitektur.

Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang beberapa teknik komunikasi arsitektur sebagai salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan oleh sumber pesan dalam hal ini arsitek kepada penerima pesan.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Teknik Komunikasi