Sponsors Link

Model Komunikasi Newcomb – Asumsi – Konsep

Sponsors Link

Model komunikasi Newcomb merupakan salah satu model komunikasi linear sebagaimana halnya model komunikasi Aristoteles, model komunikasi Lasswell, model komunikasi Berlo, dan model komunikasi Shannon dan Weaver. Model komunikasi Newcomb adalah model komunikasi yang dikenalkan oleh Theodore M. Newcomb pada tahun 1953. Melalui model komunikasinya, Newcomb memberikan pendekatan yang berbeda terhadap proses komunikasi utamanya proses komunikasi interpersonal. Adapun yang menjadi tujuan dari model komunikasi Newcomb adalah untuk mengenalkan peran komunikasi dalam sebuah hubungan sosial dan untuk memelihara keseimbangan sosial di dalam sistem sosial.

ads

Dalam modelnya, Newcomb tidak menyertakan pesan karena memandang pesan sebagai sebuah entitas yang terpisah. Karena itu, dalam model komunikasi Newcomb, kita tidak akan menemui berbagai unsur komunikasi atau elemen-elemen komunikasi atau komponen-komponen komunikasi yang mendukung jalannya proses komunikasi yang berlangsung melalui berbagai tahap-tahap komunikasi pada umumnya. Newcomb memfokuskan pada tujuan sosial komunikasi dan memperlihatkan bahwa semua konteks komunikasi adalah wahana untuk memelihara hubungan antar manusia. Model komunikasi Newcomb juga dikenal dengan sebutan model komunikasi ABX.

Model komunikasi Newcomb merupakan hasil pengembangan dari model komunikasi sebelumnya yang dirumuskan oleh Heider pada tahun 1946. Heider menekankan pada tingkat konsistensi atau inkonsistensi yang mungkin saja ada antara dua orang dalam hubungannya dengan orang ketiga atau sebuah obyek. Dalam teorinya, Heider menyatakan bahwa dalam kasus dimana dua orang yang memiliki sikap suka atau tidak suka terhadap satu sama lain dan terhadap sesuatu obyek eksternal, beberapa pola hubungan akan menemui keseimbangan dan beberapa lainnya akan mengalami ketidakseimbangan. Lebih lanjut Heider menyatakan bahwa dimana terjadi keseimbangan, maka masing-masing partisipan akan menolak berubah dan dimana terjadi ketidakseimbangan, maka upaya akan dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan kognitif.

Asumsi

Newcomb mengasumsikan bahwa komunikasi menampilkan berbagai fungsi penting yang memungkinkan dua orang atau lebih memelihara orientasi satu sama lain secara simultan dan terhadap obyek yang berasal dari lingkungan eksternal mereka. Adapun asumsi dasar model komunikasi Newcomb adalah regangan terhadap konsistensi sikap dan hubungan akan menghasut komunikasi jika kondisi memungkinkan.

Proposisi utama yang dapat diturunkan dari model komunikasi Newcomb adalah bahwa diskrepansi antara A dan B dalam orientasi mereka terhadap X akan menstimulasi komunikasi. Efek komunikasi akan cenderung untuk mengembalikan keseimbangan dimana didalilkan sebagai keadaan normal dari sistem hubungan. Kemudian, Newcomb menambahkan beberapa kualifikasi terhadap dalil sebelumnya dengan memberi catatan bahwa komunikasi tampaknya hanya akan diaktifkan dalam kondisi tertentu, misalnya :

  • terdapat atraksi yang kuat antara partisipan
  • obyek dianggap penting paling tidak oleh satu partisipan
  • obyek X memiliki relevansi bersama untuk keduanya (McQuail dan Windahl, 1993 : 27-31).

Konsep

Bentuk model komunikasi menurut para ahli berbeda-beda sesuai dengan makna penting yang terkandung di dalamnya yang ingin ditekankan oleh si pembuat model. Misalnya, model komunikasi transmisi atau linear yang umumnya berbentuk garis lurus karena menggambarkan proses komunikasi yang berjalan satu arah. Kemudian, model komunikasi interaksi yang menggambarkan proses komunikasi yang berjalan dua arah atau komunikasi dua arah, contohnya adalah model komunikasi Schramm. Selanjutnya, model komunikasi transaksional yang menggambarkan proses komunikasi yang berjalan secara terus menerus atau berkesinambungan, contohnya adalah model komunikasi Barnlund.


Begitupun halnya dengan model komunikasi Newcomb. Tidak seperti model-model komunikasi lainnya, model komunikasi Newcomb berbentuk segitiga. Alasan Newcomb memilih bentuk segitiga ketika mengusulkan model komunikasinya adalah karena mudah untuk menggambarkan dua faktor penting yaitu koneksi dan dinamika.

Lebih jelasnya, model komunikasi yang dikenalkan oleh Theodore M. Newcomb ini menggambarkan atau memvisualisasikan arus atau arah komunikasi menjadi berbentuk segitiga dan ia meyakini bahwa komunikasi terjadi sebagai hasil dari reaksi bersama masing-masing individu terhadap satu sama lain dan topik atau tema permasalahan. Sebagai salah satu model komunikasi antar pribadi, model komunikasi Newcomb adalah bentuk pengakuan terhadap pentingnya harmoni, ketetapan, dan konsistensi dalam berbagai tujuan komunikasi.

Dalam model komunikasi Newcomb terdapat tiga elemen penting yaitu :

  • Asender atau pengirim
  • B receiver atau penerima
  • X – topik atau tema permasalahan, orang ketiga, atau kebijakan

Di sini, A, B, dan X saling berhubungan dalam situasi yang dinamis. Fokusnya adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi antara A dan B.  Baik A maupun B merujuk pada pengirim dan penerima. Keduanya dapat berupa individu, manajemen dan serikat pekerja, atau pemerintah dan masyarakat. Sementara itu, X adalah bagian dari lingkungan sosial mereka. Dengan demikian, A-B-X adalah sebuah sistem yang mengandung arti bahwa hubungan internalnya saling bergantung.

Terdapat beberapa perubahan yang dapat terjadi di dalam sistem A-B-X yang dapat mengarah pada pengurangan dalam regangan sistem. Newcomb telah merangkum beberapa kemungkinan perubahan tersebut, diantaranya adalah :

  • A dan B bersikap baik satu sama lain dan terhadap obyek orientasi X. Dalam hal ini, segala sesuatu simetris atau seimbang. A dan B sama-sama berpandangan bahwa isu X maupun isu-isu lain adalah positif.
  • A dan B tidak menyukai satu sama lain, dan B bersikap negatif terhadap isu X. Menurut teori keseimbangan yang menjadi dasar bagi teori disonansi kognitif, keadaan ini masih simetris.
  • Hubungan A-B-X tidak simetris. A dan B bersikap positif satu sama lain tetapi A bersikap positif terhadap isu X. Menurut teori keseimbangan, terdapat suatu hambatan menuju kesimetrisan atau menuju kesepakatan untuk memecahkan hal ini, yang bila tidak dilakukan akan menumbuhkan situasi psikologis yang tidak tertanggungkan.
  • Hubungan A-B-X tidak simetris, baik A maupun B bersikap negatif satu sama lain, tetapi keduanya bersikap positif terhadap isu X. Menurut teori keseimbangan, situasi ini juga membutuhkan resolusi. Hambatan yang ada akan menimbulkan perubahan sikap terhadap X atau diantara A dan B (Gonzales, 1981 : 30 -31).

Contohnya, seorang dosen mengenalkan kebijakan baru untuk meningkatkan waktu perkuliahan dari enam jam menjadi delapan jam. Di sini, A adalah dosen, B adalah mahasiswa, dan X adalah kebijakan atau topik permasalahan. Jika mahasiswa dan dosen puas dengan kebijakan tersebut maka komunikasi menjaga status keseimbangan antara mereka. Sebaliknya, arus komunikasi antara A dan B akan menemui masalah dalam sistem sosial jika A atau B tidak siap untuk menerima kebijakan tersebut hingga menyebabkan dampak langsung terhadap sistem sosial dan komunikasi tidak dapat menjaga status keseimbangan.

Dengan demikian, dosen A sedapat mungkin meyakinkan mahasiswa B. Sebaliknya, mereka harus melakukan beberapa penyesuaian dalam kebijakan X dan meyakinkan mereka terhadap kebijakan tersebut.

Manfaat Mempelajari Model Komunikasi Newcomb

Mempelajari model komunikasi Newcomb dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah :

  • Kita dapat mengetahui dan memahami akar model komunikasi Newcomb,
  • Kita dapat mengetahui dan memahami asumsi model komunikasi Newcomb.
  • Kita dapat mengetahui dan memahami konsep model komunikasi Newcomb beserta contoh.

Demikianlah ulasan singkat tentang model komunikasi Newcomb. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang model komunikasi secara umum.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Model Komunikasi