Sponsors Link

Perkembangan Pemasaran Dari Masa ke Masa  

Sponsors Link

Hallo, pada artikel yang kali ini kami akan mencoba untuk menguraikan beberapa penjelasan mengenai perkembangan pemasaran dari masa ke masa. Sebuah pemasaran barang ataupun jasa tentu sangat perlu untuk kita ketahui perkembangannya, karena dari mengetahui perkembangan tersebut kita juga akan mempelajari bagaimana cara-cara untuk melakukan pemasaran yang baik dan benar. Untuk itu, simak penjelasan tentang perkembangan pemasaran dari masa ke masa berikut ini. (baca juga : Etika Komunikasi Pemasaran)

ads

Pengertian pemasaran

Pengertian pemasaran menurut para ahli adalah sebuah proses yang memiliki sistem dan design manajerial untuk menciptakan, menawarkan atau menukarkan produk miliknya dengan produk milik orang lain. Dengan kata lain, sebuah pemasaran merupakan langkah awal dari kegiatan jual beli ataupun bisnis yang dirancang dan disusun menggunakan strategi atau rencana untuk menentukan harga, mempromosikan barang, serta dapat memuaskan kebutuhan konsumen selaku pembeli. Selain untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen, pemasaran juga akan memberikan dampak positif terhadap penjual atau produsen karena dengan meningkatnya pemasaran yang dilakukan maka kegiatan bisnis juga akan terus terjaga dan memberikan kenaikan ekonomi yang signifikan. (baca juga : Proses Komunikasi Pemasaran)

Pemasaran akan bekerja sebagai penghubung antara penjual dan pembeli, dimana barang yang dipasarkan diharapkan akan dibeli oleh konsumen serta tidak akan kembali kepada penjualnya. Dengan demikian, kegiatan jual beli tersebut akan menjadi sebuah bisnis yang strategis dan mampu menciptakan standar kehidupan bagi penjual dan pembeli. Sebelum melakukan pemasaran, penjual atau orang yang ingin melakukan pemasaran haruslah melewati beberapa proses. Proses tersebut antara lain :

  1. Perencanaan
  2. Pelaksanaan konsep
  3. Penentuan harga
  4. Promosi
  5. Pendistribusian barang atau jasa

(baca juga : Fungsi Judul dalam Berita)

Sejarah perkembangan pemasaran

Pemasaran barang atau jasa yang begitu pesat sekarang ini tentu tidaklah langsung terjadi, haruslah ada proses ataupun perjalanan yang sangat panjang. Proses perjalanan dari perkembangan pemasaran ini juga dapat kita sebut sebagai sejarah pemasaran. Ide ataupun gagasan yang terus bermunculan dan semakin berkembang juga berpengaruh terhadap terciptanya dan berkembangnya ilmu-ilmu pemasaran seiring dengan perkembangan jaman. (baca juga : Tujuan Periklanan)

Perkembangan pemasaran bermula ketika tahun 1900 terjadi sebuah revolusi industri secara besar-besaran dan mengubah cara atau perilaku masyarakat. Jika sebelum terjadinya revolusi masyarakat masih mengenal cara berbisnis dengan ciri utama merkantilis (berdagang), maka setelah revolusi perilaku bisnis masyarakat berubah menjadi kapitalis. Keadaan berubah menjadi kapitalis dikarenakan munculnya kekuatan baru didunia perdagangan, dimana banyak orang-orang yang memiliki uang yang banyak menggunakan uang mereka sebagai modal untuk membangun pabrik dan perusahaan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memproduksi barang secara lebih cepat dan memperdagangkannya. (baca juga : Tujuan Komunikasi Pemasaran)

Dari proses itu, mulailah terjadi perubahan cara pandang dan perilaku pasar, dimana perusahaan tersebut menggunakan sebuah lembaga untuk menjalankan segala kebutuhan pasar. Hal ini pula yang menjadi latarbelakang munculnya ilmu manajemen bisnis dan marketing. Ilmu marketing yang menggunakan pendekatan sosial semakin berkembang dan mampu menunjukkan adanya peningkatan dan perkembangan dari segi ekonomi. Marketing memberikan pandangan baru bahwa disebuah area pasar atau market, bukan hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli tapi area pasar atau market merupakan tempat dimana kebutuhan semua pihak bertemu untuk menciptakan sistem sosial. (baca juga : Fungsi Periklanan)

Pada tahun 1902 disebuah universitas bernama University of Michigan, ED Jones dikabarkan memberikan pelajaran marketing serta Simon Litman di University of California. Meskipun pada saat itu marketing masih berfokus pada distribusi produk, namun pemikiran teori marketing lebih banyak muncul di universitas seperti Wisconsin, Northwestern University, Harvard, University of Illinois serta Ohio State. Sebenarnya jauh sebelum ilmu marketing diperkenalkan tahun 1902, pada tahun 1875 sudah ada pemikiran mengenai periklanan yang merupakan bagian dari strategi marketing yang ditulis pada buku History of Advertising.  Begitu juga dengan ilmu jual beli yang dikenal dengan nama selling sebenarnya sudah jauh lebih dulu diketahui dari  ilmu marketing, namun ilmu selling awalnya hanya dianggap sebagai sebuah cara jual beli tetapi kemudian menjadi acuan untuk dipelajari dan dianalisis. (baca juga : Peran Komunikasi Pemasaran)

Sponsors Link

Pada awalnya, pendekatan marketing memiliki 3 jenis kunci utama yaitu advertising, selling dan distribusi. Namun, Ralph Butler dan Arch Shaw menambahkan kunci lainnya seperti komoditas, institusi, dan fungsi. Dimana marketing telah membahas mengenai jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan serta pada tahun 1914 muncul sebuah literatur Nystrom mengenai retailing. Nystrom menulis bahwa retailing mencakup semua proses distribusi, manajemen ritel, jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan sehingga ilmu marketing menjadi terintegrasi. (baca juga : Strategi Pemasaran Produk Baru)

Paul Ivey pada tahun 1920 menerbitkan sebuah buku yang menggabungkan semua teori marketing berjudul Principles of Marketing yang berfokus kepada sisi pengusaha, namun buku Principles of Marketing karangan dari Maynard, Weidler dan Beckman yang lebih populer karena buku mereka lebih berfokus kepada sisi konsumen.  Pada dekade selanjutnya, ilmu marketing kembali diperkaya dengan masuknya ilmu psikologi dan ilmu sosial serta ilmu marketing mix (4P). Ketika media pemasaran seperti TV mulai populer pada tahun 1960 ilmu marketing atau ilmu pemasaran semakin berkembang, namun pada tahun 1970 ilmu marketing memcahkan diri kedalam berbagai diferensiasi seperti international marketing, social marketing, marketing for non-profit organization dan lain-lain serta pada tahun 1970 konsep social responsibility sudah mulai terbentuk. (baca juga : Fungsi Iklan Bagi Pemasaran)

Kotler Si Bapak Marketing

Kotler sangat terkenal sebagai “bapak marketing” pada tahun 1970-an karena kemampuannya menerjemahkan konsep marketing menjadi sebuah terminologi yang gampang dimengerti dan dipahami. Kotler mengubah konsep marketing kedalam bentuk aplikasi marketing untuk public service, politik, health service, educational service, dan sebagainya. Sebenarnya, konsep marketing modern yang dikenalkan Kotler bermula pada tahun 1967. Pada saat itu, Kotler memperkenalkan manajemen marketing yang mencakup analisis marketing opportunities. Selain itu, Kotler juga mengorganisasikan aktivitas marketing dan membuat  kegiatan perencanaan dan pengontrolan marketing. Buku-buku Principles of Marketing dan Marketing Management dari Kotler mampu membentuk dan memberikan pemikiran fundamental yang baru di dunia marketing. (baca juga : Model Komunikasi Pemasaran)

Pada tahun 1980,  pemikiran marketing seperti positioning dipopulerkan Jack Trout dan Al Ries. Pada tahun ini pula muncul sebuah brand equity yang dibuat dan diperkenalkan oleh David Aaker. Pada tahun 1980-1990 tingkat kepuasan konsumen sebagai pelanggan sangat tinggi, seiring dengan munculnya  konsep Servqual, Service profit chain dan juga services marketing. (baca juga :  Elemen Komunikasi Pemasaran)

Munculnya Media Pemasaran

Ketika teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, maka pemikiran marketing juga semakin berkembang mengikuti kemajuan teknologi tersebut. Sewaktu dunia komunikasi dan informasi mulai mengenal internet dan multimedia, experiential marketing juga semakin berkembang dimana pada saat itu para ahli IT juga mengambil peran dengan menciptakan CRM (Customer Relationship Management).

ads
Dengan perkembangan tersebut, dunia marketing menjadi berubah dan pemasaran memasuki dunia kompetisi. Karena adanya kompetisi tersebut, dijalinlah kerja sama antar beberapa pihak untuk mencapai marketing yang mampu berkompetisi dan bersaing di area pasar. Ilmu informasi dan komunikasi juga memberikan dampak bagi media periklanan, karena media periklanan menjadi media utama sebagai alat promosi. Media pemasaran juga memunculkan pemikiran baru, dimana orang-orang yang bertugas didalam menjalankan marketing harus mampu menjelaskan setiap istilah-istilah finansial seperti Marketing ROI, CLV (Customer Lifetime Value), dan istilah-istilah lainnya. (baca juga : Komunikasi Pemasaran)

Perkembangan pemasaran yang dipengaruhi oleh perkembangan IT sekarang ini telah meletakkan iklan sebagai alat pemasaran yang sangat penting. Sekarang ini dimana jaman semakin berkembang dengan pesat dan tidak terbendung, membuat strategi pemasaran juga berubah drastis. Ketika tahun 2007 internet sudah semaki dikenal secara luas, pemasaran menjadi sangat bergantung dengan internet karena dikenal sebuah sistem marketing atau penjualan produk berbasis online. (baca juga : Teori Komunikasi Pemasaran)

Perilaku masyarakat sebagai konsumen yang sudah mulai terbiasa untuk hidup secara instant dan tidak mau repot, memunculkan banyaknya media online sebagai sarana untuk melakukan pemasaran dan mulai mendominasi setiap pemasaran produk. Akhirnya, ketika dahulu pemasaran masih membutuhkan jasa artis atau orang terkenal untuk dapat mengiklankan sebuah produk, kini siapa saja bisa memasarkan produk mereka dengan mudah dan cepat. Selain itu, media online berbasis internet atau teknologi juga menjadi terkemuka karena konsumen dapat langsung berhubungan dengan para penjual. (baca juga : Bauran Komunikasi Pemasaran)

Konsep Pemasaran

Pemasaran yang baik haruslah memiliki sebuah konsep yang jelas dan tersusun dengan baik agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginan konsumen. Selain itu, pemasaran juga harus memikirkan beberapa hal lain seperti permintaan barang atau jasa, nilai barang atau jasa, cara transaksi serta area wilayah pemasaran. Untuk mencapai pemasaran yang baik dan berkualitas, konsep pemasaran juga harus memenuhi beberapa syarat acuan. (baca juga : Bentuk Komunikasi pada Lansia)

Syarat yang menjadi acuan untuk membuat konsep pemasaran tersebut adalah :

  1. Product apa yang dibutuhkan oleh konsumen
  2. Buat produk yang dapat dijual dan memiliki nilai
  3. Cari cara untuk memuaskan konsumen
  4. Lakukan pemasaran sesuai dengan keinginan
  5. Tentukan area pemasaran
  6. Hargailah setiap uang yang dikeluarkan konsumen

(baca juga : Strategi Komunikasi Pemasaran)

Sistem Pemasaran

Sistem pemasaran merupakan merupakan sebuah cara untuk membagi tugas – tugas dalam hal melakukan pemasaran sebuah barang atau jasa. Sebuah sistem pemasaran dapat dilakukan menggunakan tiga jenis saluran, seperti :

  1. Saluran vertikal 
  2. Saluran horizontal 
  3. Saluran ganda

(baca juga : Teori Standpoint)

Dari ketiga jenis saluran pemasaran diatas, maka sistem pemasaran akan memberikan beberapa jenis lingkungan pemasaran. Lingkungan pemasaran tersebut antara lain :

  1. Lingkungan makro eksternal
  2. Lingkungan mikro eksternal
  3. Lingkungan Non- – Pemasaran Intern

(baca juga : Teknik Komunikasi Arsitektur)

Setelah mengetahui saluran dan lingkungan pemasaran, maka sistem pemasaran juga akan memberikan pandangan yang akan memberikan kita informasi mengenai apa saja yang harus dilakukan dan dibutuhkan dalam mengambil setiap keputusan. Informasi tersebut antara lain :

Sponsors Link

  1. Mengetahui masalah
  2. Merumuskan alternatif penyelesaian
  3. Analisa kekurangan untuk menentukan kebaikan dan keburukan
  4. Mengusulkan suatu penyelesaian atau tindakan
  5. Analisa pasar
  6. Memonitor Lingkungan
  7. Menentukan tujuan produk
  8. Menentukan Marketing Mix
  9. Memilih kritria pengawasan
  10. Pengukuran kriteria
  11. Penentuan standard kerja
  12. Memonitor kejadian
  13. Membandingkan hasil

(baca juga : Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Kelompok)

Selain itu kita juga sistem pemasaran juga akan membuat kita mengerti mengenai macam – macam  permintaan seperti :

  1. Permintaan Negatif (negatif demand)
  2. Tidak ada permintaan (no demand)
  3. Permintaan terpendam (latent demand)
  4. Permintaan menurun (falling demand)
  5. Permintaan tidak teratur (irregular demand)
  6. Permintaan penuh (full demand)
  7. Permintaan yang berlebihan (overfull demand)
  8. Permintaan tidak sehat (unwholesome demand)

(baca juga : Hambatan Komunikasi Tulis)

Demikianlah sedikit penjelasan kami mengenai perkembangan pemasaran dari masa ke masa. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Oleh :