Sponsors Link

9 Model-model Komunikasi Massa Menurut Ahli

Sponsors Link

Komunikasi massa adalah proses pengiriman pesan kepada sejumlah besar orang yang terpisahkan secara geografis melalui media yang berbasis teknologi (2005, 117). Dalam proses komunikasi massa, sumber atau komunikator meng-encode sebuah pesan dan mengirimkannya kepada penerima pesan melalui pesan-pesan verbal dan nonverbal. Pesan-pesan ini kemudian di-encode dan dikirimkan kembali kepada sumber melalui umpan balik. Dari gambaran di atas, tampak beberapa karakteristik komunikasi massa  yang meliputi komunikator atau sumber yang bersifat melembaga, pesan bersifat umum yang disampaikan melalui media massa, khalayak atau penerima pesan bersifat heterogen,  anonim dan luas. Umpan balik dalam komunikasi massa bersifat tertunda dan tidak langsung. Untuk memahami proses komunikasi massa yang begitu kompleks, para ahli telah merumuskan beberapa model komunikasi massa.

ads

Baca juga :

Bentuk model komunikasi lainnya termasuk model komunikasi massa tergantung pada bagaimana kita mendefinisikan dan memahami proses komunikasi dan bagaimana model komunikasi dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bentuk komunikasi. Kita telah membahas sebelumnya beberapa dari model-model komunikasi dasar seperti model komunikasi Aristoteles, model komunikasi Lasswell,  dan model komunikasi Berlo yang termasuk ke dalam model komunikasi linear. Kita juga sudah pernah membahas sekilas mengenai model komunikasi massa yang menggambarkan adanya pengaruh personal terhadap individu dalam proses komunikasi massa seperti one step flow communication, two step flow communication, dan multi step flow communication.

Berikut disajikan beberapa model komunikasi massa dasar lainnya yang telah dirumuskan oleh para ahli.

1.Model Komunikasi Lasswell

Model Komunikasi Lasswell

Model Komunikasi Lasswell

Harold D. Lasswell menyajikan sebuah model komunikasi pada tahun 1948 yang tidak jauh berbeda dengan model komunikasi Aristoteles. Model komunikasi Lasswell menggambarkan pesan yang mengalir dalam masyarakat majemuk dengan khalayak yang beragam. Pesan mengalir melalui sejumlah media atau saluran komunikasi.

Dalam model komunikasi Lasswell, terdapat beberapa komponen komunikasi yaitu Who, Says What, In What Channel, To Whom, dan With What Effect. Masing-masing komponen komunikasi memiliki ranah penelitiannya sendiri. Misalnya untuk meneliti komponen Who digunakan analisis kontrol, untuk meneliti komponen Says What digunakan analisis isi, untuk meneliti In What Channel digunakan analaisis media, untuk meneliti to Whom digunakan analisis khalayak, dan untuk meneliti With What Effect digunakan analisis efek.

Baca juga :

Model komunikasi Lasswell telah banyak digunakan sebagai dasar penelitian yang sebagian besar menjadi bahan diskusi tentang komunikasi. Lasswell sendiri menggunakan model ini untuk melakukan berbagai penelitian sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Model komunikasi Lasswell kemudian dikembangkan oleh Braddock pada tahun 1958 dengan menambahkan dua komponen yaitu lingkungan dimana komunikasi itu terjadi serta untuk tujuan apa komunikator menyampaikan sesuatu.

2. Model Komunikasi Shannon dan Weaver

Model Komunikasi Shannon Weaver

Model Komunikasi Shannon Weaver

Tahun 1949, Claude Shannon dan Warren Weaver mengenalkan model komunikasi matematis yang membuat referensi dasar bagi organisasi teknologi komunikasi. Seorang pembicara atau komunikator memilih sebuah pesan yang diinginkan dari seluruh pesan-pesan yang mungkin. Pesan yang dikirmkan melalui sebuah saluran komunikasi dan diubah ke dalam sinyal-sinyal (pesan).

Penerima pesan atau komunikate menerima sinyal-sinyal. Dalam proses transmisi, beberapa distorsi dapat ditambahkan yang bukan merupakan bagian dari pesan dikirimkan oleh sumber atau komunikator. Hal ini disebut dengan noise atau gangguan.

Baca juga : Komponen-komponen Komunikasi – Tahap-tahap Komunikasi


3. Model Komunikasi Newcomb ABX

Model Komunikasi Newcombs

Model Komunikasi Newcombs

Model komunikasi Newcombs dikembangkan oleh Theodore M. Newcombs pada tahun 1953 yang merupakan pendekatan sosial baru dalam bidang komunikasi yang disebut dengan sistem ABX. Melalui model ini, Newcombs memberikan pendekatan yang berbeda dalam proses komunikasi.

 

Tujuan utama dari model ini adalah untuk mengenalkan peran komunikasi dalam sebuah hubungan sosial dan untuk mengelola keseimbangan sosial dalam sebuah sistem sosial.

Newcombs tidak menyertakan pesan sebagai sebuah entitas yang terpisah dalam modelnya. Ia hanya menggunakan gambar tanda panah. Ia fokus pada tujuan sosial komunikasi, memperlihatkan seluruh komunikasi sebagai sebuah hubungan yang terjadi di antara individu.

Model komunikasi Newcombs beroperasi dalam bentuk triangular atau sistem ABX, yaitu A sebagai sender atau komunikator, B sebagai penerima pesan, dan X sebagai hal yang menjadi fokus perhatian. Model komunikasi massa ABX atau model komunikasi massa Newcombs mensyaratkan bahwa A berkomunikasi dengan B tentang sebuah topik, yaitu topik C. Orientasi dan sikap A dan B ditentukan tidak hanya oleh C, tetapi juga dengan hubungan antara A dan C.

Perlu dipahami bahwa C mungkin saja dapat berupa fakta, obyek, atau orang yang merupakan subyek komunikasi antara A dan B. Hal ini berarti bahwa jika individu B atau receiver secara positif  menerima C, keterlibatannya dalam proses komunikasi akan sama dengan keterlibatan A dengan C, sebagaimana kasus sebelum proses komunikasi dimulai. Dalam gambar, tanda panah mengindikasikan sikap.

Baca juga : Teori Belajar Sibernetik – Komunikasi Informal – Komunikasi Dua Arah

4. Model Komunikasi Westley dan MacLean

Model Komunikasi Westley dan MacLean

Model Komunikasi Westley dan MacLean

Model ini merupakan model komunikasi yang sangat berpengaruh yang dikembangkan dengan tujuan menata temuan-temuan yang hasil penelitian yang ada dan menyediakan sebuah perlakuan sistematis yang secara khusus sesuai bagi penelitian komunikasi massa.  Model ini dikenalkan oleh Bruce Westley dan Malcolm S. MacLean, Jr (1957) diadaptasi dari model komunikasi Newcomb. Model ini dapat dilihat dalam dua konteks komunikasi, yaitu komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi dan komunikasi massa.

Poin penting perbedaan antara komunikasi interpersonal dan komunikasi massa adalah terletak pada umpan balik. Dalam komunikasi interpersonal umpan balik bersifat langsung dan cepat. Sedangkan dalam komunikasi massa, umpan balik bersifat tidak langsung dan tertunda atau lambat.

Menurut Westley dan MacLean, komunikasi tidak akan terjadi ketika satu orang saja yang bicara melainkan ketika seseorang memberikan respon secara elektif terhadap sekitar mereka. Model ini menekankan pada hubungan yang kuat antara tanggapan dari lingkungan sekitar dan proses komunikasi. Komunikasi dimulai hanya ketika seorang individu menerima pesan dari lingkungan sekitar. Setiap penerima pesan merespon pesan yang mereka terima berdasarkan orientasi obyek mereka.

(Baca juga : Teknik Penulisan Berita – Nilai Berita – Jenis-jenis Berita).

5. Model Komunikasi De Fleur

Model Komunikasi De Fleur

Model Komunikasi De Fleur

Model sistem komunikasi massa dikembangkan oleh Melvin L. De Fleur pada tahun 1966. Model ini merupakan pengembangan dari model komunikasi matematis Shannon dan Weaver dan didasarkan juga pada model komunikasi Westley dan MacLean yang menggambarkan proses komunikasi sirkuler dengan adanya umpan balik dari receiver. Model komunikasi Shannon dan Weaver merupakan model komunikasi satu arah dan mereka menjelaskan peran gangguan atau noise dalam proses komunikasi.

Sementara itu, model komunikasi Westley dan Maclean merupakan model komunikasi dua arah dan untuk pertama kalinya mereka mengenalkan satu komponen penting yang disebut dengan umpan balik linear dalam model komunikasi. De Fleur telah mengkombinasikan kedua model komunikasi ini dan menciptakan model komunikasi baru yang disebut dengan Model Komunikasi De Fleur.

Baca juga :

De Fleur mengembangkan model komunikasi Shannon dan Weaver dengan memasukkan alat media massa dan menyatakan bahwa proses komunikasi adalah sirkuler karena adanya dua umpan balik yang mungkin terjadi. Dalam seluruh proses komunikasi, gangguan atau noise dapat terjadi pada setiap tahapan. De Fleur menggambarkan sumber, transmitter, receiver, dan destination sebagai tahapan komunikasi massa yang terpisah.

Hal lainnya yang penting adalah adanyal alat umpan balik yang membantu menganalisa khalayak target. Di sini, seluruh receiver bukanlah khalayak sasaran karena khalayak sasaran akan membuat semacam umpan balik yang akan membantu menemukan khalayak saasaran dengan menggunakan alat umpan balik. Satu aspek penting lainnya adalah bahwa proses komunikasi berlangsung secara dua arah. Model komunikasi ini juga merupakan model pertama yang mengenalkan umpan balik dua arah dan khalayak sasaran dalam proses komunikasi.

6. Model Komunikasi Gerbner

Model Komunikasi Gerbner

Model Komunikasi Gerbner

Model komunikasi Gerbner adalah model komunikasi yang dikembangkan oleh George Gerbner  pada tahun 1956 yang merupakan seorang pelopor dalam bidang penelitian komunikasi. Melalui model ini, Gerbner menekankan pada sifat dinamis komunikasi dan faktor-faktor yang memberi dampak pada reliabilitas komunikasi, yaitu dimensi persepsi dan dimensi makna serta kendali.

a. Dimensi persepsi

E adalah sebuah kejadian dalam kehidupan dan isi kejadian atau isi pesan dilambangkan dengan M. Setelah dirasakan, pesan dari E oleh M dikenal sebagai E1 yang tidak sama dengan E karena beberapa orang atau mesin tidak dapat merasakan seluruh kejadian dan mereka rasakan hanya bagian dari E1 yang disebut dengan dimensi perseptual.

Terdapat 3 faktor yang terlibat antara E dan M, yaitu seleksi, konteks, dan ketersediaan.

  • M atau manusia atau mesin tidak dapat merasakan keseluruhan isi dari kejadian E. Untuk itu, M kemudian menyeleksi isi yang menarik atau dibutuhkan dari keseluruhan kejadian dan menyaringnya.
  • Konteks terjadi dalam suatu kejadian.
  • Ketersediaan didasarkan pada sikap M, budaya, mood, dan kepribadiaan.

Baca juga :  Pengertian Media Sosial Menurut Para Ahli – Pengaruh Media Sosial –  Efek Media Sosial

b. Dimensi makna dan kendali

E2 adalah sebuah isi kejadian yang digambarkan atau dibentuk oleh M. Di sini, M menjadi sumber pesan tentang E untuk dikirimkan kepada orang lain. M membuat sebuah pernyataan atau sinyal tentang pesan yang disebut Gerbner dengan istilah bentuk dan isi sebagai SE2. S merujuk pada sinyal atau bentuk dan E2 merujuk pada Isi. Di sini, isi E2 dibentuk (S) oleh M dan dapat dikomunikasikan ke dalam berbagai macam cara.

M menggunakan channel atau media untuk mengirimkan pesan yang telah dikendalikan. Istilah kendali merujuk pada derajat keterampilan yang dimiliki oleh M dalam menggunakan saluran komunikasi. Jika menggunakan saluran komunikasi verbal bagaimana ia menggunakan kata-kata? Jika ia menggunakan internet sebagai alat komunikasi, seberapa baik ia menggunakan teknologi baru dan kata-kata? Proses ini dapat dikembangkan dengan menambah penerima pesan yang memiliki persepsi lebih jauh terhadap pernyataan tentang kejadian yang dirasakan.

Baca juga :

7. Model Komunikasi Riley dan Riley

Model Komunikasi Riley dan Riley

Model Komunikasi Riley dan Riley

John W. Riley dan Mathilda White Riley mengembangkan sebuah model untuk menggambarkan implikasi sosiologis dalam komunikasi. Mereka mendiskusikan gagasan mereka tentang teori komunikasi dalam sebuah artikel berjudul Mass Communication and the Social System. Dasar ide mereka terletak pada hasil kerja Aristoteles dan Lasswell yang menekankan pada pentingnya pandangan sosiologis dalam komunikasi.

Dalam model komunikasi Riley dan Riley, terdapat 2 (dua) komponen utama yaitu komunikator dan komunikate atau receiver yang masing-masing merupakan struktur sosial yang lebih luas. Dalam struktur sosial pertama terdiri dari komunikator, kelompok primer a1 dan a2. Sementara itu, dalam struktur sosial 2 terdiri dari komunikate atau receiver, kelompok promer b1 dan b2. Baik kelompok sosial 1 maupun kelompok sosial 2 berada dalam sebuah sistem sosial.

Kelompok utama atau kelompok primer adalah kelompok yang dibedakan dengan tingkat kedekatan mislanya teman. Selain kelompok primer, terdapat pula kelompok sekunder yang dikenal sebagai kelompok referensi yang tidak membagi hubungan kedekatannya dengan komunikator ataupun komunikate atau receiver melainkan memberika pengaruh dalam proses komunikasi.

Melalui model dapat kita lihat bahwa komunikator mengirimkan sebuah pesan dengan kesepakatan  untuk pengharapan kelompok dan orang lain dalam suatu sistem sosial yang lebih luas. Komunikator adalah sebuah bagian dari suatu struktur sosial yang lebih luas dan kelompok disebut dengan kelompok primer. Dengan kata lain, komunikator dipengaruhi oleh kelompok primer.

Penerima pesan atau receiver juga beroperasi seperti komunikator yang juga dipengaruhi oleh kelompok lain dalam suatu sistem sosial yang lebih kuas. Receiver menerima umpan balik yang didasarkan pada pesan-pesan yang dikirimkan oleh komunikator dalam kelompok primernya. Kemudian mengirimkan umpan balik kepada komunikator untuk mengatasi beberapa isu atau masalah.

Model komunikasi ini secara jelas mengilustrasikan komunikasi sebagai proposisi dua arah, komunikator dan recipient saling tergantung satu sama lain dan terhubung satu sama lain dengan adanya mekanisme umpan balik, komunikator dan penerima pean adalah bagian dari konteks sosial yang lebih luas dan tidak bertindak dalam ruang isoalsi.

Baca juga : Proses Komunikasi Efektif


8. Model Komunikasi Maletzke

Model Komunikasi Maletzke

Model Komunikasi Maletzke

Model komunikasi massa atau model media massa Maletzke dikenalkan oleh Gerhard Maletzke pada tahun 1963. Model komunikasi massa Maletzke begitu kompleks dan memiliki beberapa komponen umum sebagaimana model komunikasi lainnya yaitu komunikator atau communicator, pesan atau message, media, dan penerima pesan atau receiver.

Pesan menjangkau penerima pesan secara tidak langsung, media mengubah pengalaman dan persepsi penerima pesan. Pesan bermedia adalah sebuah pesan yang dimodifikasi. Penerima pesan menyeleksi berbagai pesan yang penting baginya. Kualitas dan metode penyeleksian pesan ditentukan oleh beberapa faktor seperti kepribadian receiver, pengalaman, perkembangan, minat, inteligensia, pandangan, kebiasaan, adat sistiadat, dan citra diri. Maletzke juga menyebut paksaan pesan, paksaan sedang, dan paksaan publik. Paksaan berkaitan dengan pola perilaku dan persepsi tertentu yang disebabkan oleh advokasi oleh pesan, media, atau opini publik.

Baca juga : Bentuk Komunikasi Bisnis

9. Model Komunikasi Hiebert, Ungurait, Bohn (Model Komunikasi HUB)

Model Komunikasi HUB

Model Komunikasi HUB

Model komunikasi HUB dikenalkan oleh Ray Eldon Hiebert, Donald F. Ungurait, dan Thomas W. Bohn. Dalam model ini, komunikasi digambarkan sebagai seperangkat atau sekumpulan lingkaran yang membentuk seperti gelombang. Isi komunikasi digambarkan sebagai kelereng yang dilemparkan ke air dan menyebabkan terjadinya riak yang kemudian menjadi lingkaran yang lebih besar hingga mereka menyentuh pantai atau khalayak dan diberi umpan balik.

Gagasan ide ini adalah isi atau konten berjalan melalui sekumpulan tindakan atau aksi dan reaksi dari hubungan manusia. Perhatian pertama diberikan kepada  pengembangan konten.

baca juga:

Manfaat Mempelajari Model-model Komunikasi Massa

Mempelajari model-model komunikasi massa tentunya dapat memberikan manfaat kepada siapapun yang tertarik mempelajari serta mendalami ilmu komunikasi khususnya komunikasi massa. Manfaat yang dapat kita peroleh adalah

  • kita menjadi memahami berbagai model komunikasi yang telah kita kenal selama ini  sebagai model dasar komunikasi massa.
  • kita menjadi memahami model-model komunikasi massa menurut ahli.

Demikianlah ulasan singkat tentang model-model komunikasi massa. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang berbagai model komunikasi massa beserta penjelasan singkatnya.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Model Komunikasi