Sponsors Link

Efek Media Sosial Pada Komunikasi – Positif, Negatif, dan Cara Mencegahnya

Sponsors Link

Penggunaan internet dewasa ini semakin berkembang. Internet  yang awalnya diciptakan untuk lingkup perkerjaan dan pendidikan saja, kini telah menjangkau ranah publik. Peran internet sebagai media komunikasi misalnya, telah membuat batasan region menjadi tak berarti. Dengan aplikasi sosial media seperti Facebook dan Whatsapp, kita dapat berkomunikasi lintas negara secara instant dan murah. Baik itu secara lisan, tulisan, maupun video call.

ads

Belakangan peran sosial media dalam kehidupan sehari-hari manusia menjadi sangat penting. Tak jarang kita melihat seseorang yang asyik sendiri dengan smartphonenya, tanpa memperdulikan sekitar. Hingga muncul istilah, ‘sosial media mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’. Apa benar?

Lalu mungkin anda jadi bertanya tanya, media sosial, dengan segala kelebihan dan kekurangannya tentu mempunyai dampak/ efek terhadap proses komunikasi-antar-pribadi. Apa sajakah itu? Pada artikel kali ini PakarKomunikasi akan membahas mengenai efek media sosial pada komunikasi.

Media Sosial

Jika mendengar kata media sosial, yang terlintas di kepala anda mungkin kata-kata seperti Facebook, Line, Whatsapp, atau semacamnya. Penggunaan media sosial semacam itu saat ini sedang booming, namun lingkup media sosial bukan hanya jejaring sosial saja. Untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan pengertian media sosial itu sendiri.

Pengertian

Dilihat dari asal katanya, ‘media’ mengacu pada instrument untuk berkomunikasi, dalam hal ini adalah internet. Sedangkan ‘sosial’  mengacu pada interaksi manusia dengan manusia lainnya, contohnya berkomunikasi – dalam hal ini membagikan atau menerima informasi. Jadi, media sosial adalah sebuah instrument komunikasi berbasis aplikasi internet yang memungkinkan terjadinya interaksi antar sesama manusia, dalam bentuk komunikasi – pertukaran informasi (baca juga: pengantar ilmu komunikasi)

Dengan sosial media, semua pelaku sosial dapat ikut berpartisipasi dalam menciptakan, membagikan, dan menerima informasi dalam bentuk blog, website, jejaring sosial, forum, dan lain sebagainya. Informasi yang disampaikan melalui sosial media tidak hanya berlaku untuk satu orang saja, satu ciutan yang menjadi trending topik di twitter misalnya, dalam waktu singkat bisa tersebar hingga lintas negara dan mendapatkan ribuan bahkan jutaan tanggapan dari pengguna media sosial lain.

Sponsors Link

Media Sosial di Indonesia

Di Indonesia sendiri, kehadiran media sosial cukup berpengaruh terhadap sistem komunikasi Indonesia.  Bukal hal yang aneh mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2011 adalah sebanyak 55 juta jiwa. Yang menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna internet terbesar ketiga di dunia. Dari jumlah itu, hampir 80% nya yaitu sekitar 44,6 juta jiwa adalah pengguna jejaring sosial Facebook.

Peran media sosial dalam Komunikasi Massa di Indonesia sangat kentara belakangan ini. Media sosial sering dijadikan sebagai media Komunikasi Politik dalam mempengaruhi opini publik, misalnya untuk memenangkan kandidat calon pejabat pemerintahan seperti Presiden, Gubernur DKI Jakarta, dkk. Peran

Sosial media juga cukup kentara dalam Komunikasi Bisnis baik dalam bentuk Komunikasi Persuasif atau Komunikasi visual; misalnya penggunaan Facebook Ads. Efek media sosial juga memberikan pengaruh pada Komunikasi Organisasi seperti pembentukan grup-grup tertentu di Telegram, Whatsapp, dll.

Efek Positif dan Negatif Media Sosial

Media Sosial dirancang untuk dapat menjangkau banyak orang, dari berbagai kalangan usia juga peran sosial. Berbagai informasi tersebar luas dan dapat dengan mudah kita dapatkan dari sosial media. Sehingga pengguna sosial media seringkali mendapatkan lebih banyak informasi dalam waktu yang lebih cepat dari pada orang yang tidak menggunakan sosial media (baca juga: komunikasi antar budaya).

Keberadaan media sosial memang dirasakan banyak manfaatnya. Namun, penggunaan media sosial yang tidak baik, misalnya menciptakan atau membagikan isi konten sosial media yang  berisi penipuan, hoax dan sebagainya akan menyebabkan timbulnya opini publik yang merugikan banyak pihak. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dipaparkan efek media sosial pada komunikasi.

Efek Positif

  1. Sumber infomasi, lebih mudah dan cepat didapatkan serta lebih transparan. Informasi yang dapat ditemukan di sosial media sangat beragam, mulai dari bahan pekerjaan, pendidikan, masakan, hingga bahan ringan seperti game atau komik.
  2. Media komunikasi, dengan jangkauan luas, kemudahan penggunaan, dan biaya yang relatif murah. Contohnya dengan whatsapp saya bisa melakukan panggilan video pada teman saya yang berada di negara Jepang dengan biaya yang sangat murah.
  3. Memperluas pergaulan, terhubung dengan teman lama ataupun membuat pertemanan baru dengan mudah (baca juga: komunikasi lintas budaya)
  4. Bertukar informasi ataupun data, seperti foto/ video dengan mudah dan cepat.
  5. Ajang promosi dengan jangkauan yang lebih luas, mudah, murah namun terfokus. Seperti memperkenalkan produk kepada khalayak ramai lewat instagram, menggunakan facebook advertising, dll.
  6. Hiburan, misalnya dengan mengunjungi website berisi humor, e-novel, e-komik atau sekedar membaca portal bacaan ringan.
  7. Membangun opini atau mengemukakan pendapat secara luas. Suatu opini yang dibagikan lewat sosial media dapat menjadi viral dan menjangkau hingga lintas negara bahkan seluruh dunia.
  8. Mempelajari sesuatu, contohnya dengan menonton video cara membuat kue tart, membuat baju, atau merias.
  9. Kesempatan menjadi orang yang berbeda. Misalnya orang yang cenderung pemalu akan bisa lebih aktif mengemukakan pendapatnya lewat sosial media.
  10. Membangun rasa percaya diri seseorang dalam bersosialisasi.
Sponsors Link

Efek Negatif

  1. Terjadi kesenjangan informasi. Baik antara pengguna sosial media yang bisa mendapatkan berbagai informasi dengan mudah dan transparan dengan orang yang tidak menggunakan sosial media, atau antara pengguna sosial media itu sendiri, misalnya antara yang bergabung dalam suaru grup dengan yang tidak bergabung (baca: pola komunikasi organisasi).
  2. Kecanduan media sosial, maksudnya seseorang menjadi sangat terikat dengan media sosial. Menghabiskan sebagian besar waktu hariannya untuk berinteraksi dalam sosial media, hingga seringkali mengabaikan orang disekelilingnya bahkan tugas-tugas yang seharusnya dikerjakannya.
  3. Berkurangnya intensitas dalam berinteraksi langsung dengan sesama.
  4. Menimbulkan kecemburuan sosial. Misalnya dengan memposting berbagai barang bermerek atau semacamnya di sosial media (baca juga: etika komunikasi).
  5. Menciptakan identitas baru yang sama sekali tidak sesuai dengan identitas diri.
  6. Pencurian identitas, misalnya dengan membuat akun facebook seorang artis dan membuatnya seolah-olah milik artis tersebut (baca juga: prinsip – prinsip komunikasi)
  7. Pencurian/ penyalahgunaan data seperti foto, dokumen, dkk
  8. Misalnya menciptakan konten berisi hoax.
  9. Konsumtif, misalnya menjadi tertarik dengan berbagai iklan dan melakukan pembelian menggunakan kartu kredit tanpa berpikir panjang.
  10. Mempermudah penyebaran virus. Misalnya dengan membuat konten berisi link menuju laman tertentu yang disisipi virus.

Mencegah Efek Negatif Media Sosial

Untuk mencegah efek media sosial yang negatif, kita harus memahami dan melaksanakan etika komunikasi di internet. Pastikan ketika kita menciptakan suatu konten, konten tersebut tidak merugikan orang lain. Begitu pula dengan konten-konten yang kta bagikan, baca dengan baik isi konten dan pastikan kebenaran isinya sebelum membagikannya. Jangan sampai kita membagikan hoax atau konten yang berisi penipuan dan penyalahgunaan lainnya.

Selain itu pembatasan informasi yang kita terima dari media sosial juga perlu dilakukan. Terlalu sering membaca tentang konten negatif; misanya konten berisi amarah akan mempengaruhi jiwa/ hati kita. Membuat kita kecanduan dengan rasa marah sehingga setiap kali terhubung dengan media sosial, kita akan terus mencari dan membaca konten berisi amarah.

Manajemen Komunikasi melalui media sosial juga harus dilakukan. Jangan sampai seluruh waktu harian kita hanya diisi dengan interaksi di media sosial. Tetapkan waktu, misalnya  maksimal 2 atau 3 jam sehari untuk mengakses sosial media (baca juga: sosiologi komunikasi).

Demikian artikel mengenai efek media sosial pada komunikasi ini.  Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang anda butuhkan. Jika ada pertanyaan, pemambahan, atau komentar yang membangun, silahkan tinggalkan pesan, dan jangan lupa berbagi ya jika anda merasa artikel ini bermanfaat. Sekian dan Terimakasih.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Oleh :
Kategori : Komunikasi digital