Sistem Komunikasi Radio – Elemen – Jenis

Dalam sejarah perkembangan teknologi informasi, teknologi telekomunikasi atau komunikasi jarak jauh merupakan salah satu komponen dari teknologi informasi yang digunakan untuk mentransmisikan informasi jarak jauh melalui kabel, radio atau satelit dengan tanpa adanya kerusakan dan gangguan. Sebuah sistem komunikasi dalam telekomunikasi adalah sekumpulan dari berbagai jaringan komunikasi individu, sistem transmisi, stasiun relay, stasiun tributary, dan peralatan terminal data yang pada umumnya memiliki kemampuan untuk melakukan interkoneksi dan interoperasi guna membentuk suatu integrasi yang menyeluruh.

Berbagai komponen sistem komunikasi melayani tujuan bersama, kompatibel secara teknis, menggunakan prosedur umum, merespo kontrol, dan beroperasi dalam kesatuan. Salah satu jenis media yang digunakan dalam jaringan telekomunikasi adalah radio.

Bila dibandingkan dengan sejarah perkembangan telepon, maka beberapa media massa menurut para ahli seperti radio dan televisi memiliki jejak perjalanan sejarah perkembangan teknologi komunikasi  dan sejarah media massa yang cukup panjang. Kedua media massa tersebut tumbuh dan berkembang sebelum lahirnya teknologi komunikasi lain seperti perekam suara, telegraf, fotografi, dan telepon. Dibandingkan dengan teknologi komunikasi lainnya, radio dan televisi merupakan sistem yang memang dirancang untuk mentransmisikan dan menerima informasi.

Baca juga:

Sejarah

Pada tahun 1864, James Clerk Maxwell merumuskan teori cahaya elektromagnetik dan meramalkan adanya gelombang radio. Pada tahun 1887, Heinrich Hertz kemudian melakukan serangkaian eksperimen dan memastikan keberadaan gelombang radio sebagaimana telah diramalkan sebelumnya oleh Maxwell. Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1894, Oliver Lodge mendemonstrasikan komunikasi nirkabel dengan jarak yang relatif pendek yaitu sekitar 150 yards. Selanjutnya, pada tanggal 12 Desember 1901, Guglielmo Marconi menerima sinyal radio di Signal Hill di Newfoundland yang berasal dari Cornwall, Inggris.

Reginald Fessenden, seorang akademisi, membuat sejarah dengan melakukan siaran radio pertama pada tahun 1906. Kemudian, Edwin H. Amstrong pada tahun 1918 menemukan penerima radio superheterodyne yakni jenis penerima radio masih digunakan hingga kini. Tahun 1933, Amstrong kemudian menunjukkan konsep lainnya yaitu sebuah skema modulasi yang disebut dengan  Frequency Modulation (FM).  Sistem FM merupakan  penyempurnaan dari sistem sebelumnya yaitu Amplitudo Modulation (AM). Dengan sistem FM, maka pendengar akan menerima kualitas suara yang fideliti-nya lebih tinggi.

Sistem FM yang banyak digunakan oleh berbagai stasiun radio memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah dapat menghilangkan interferensi atau gangguan, dapat menghilangkan interferensi yang disebabkan oleh dua stasiun yang mengudara pada gelombang yang sama, dan dapat menyiarkan suara yang memiliki kualitas terbaik bagi telinga manusia yang sensitif.

Baca juga :

Pengertian

Sebelum beranjak ke dalam sistem komunikasi radio, ada baiknya kita pahami lebih dahulu mengenai sistem komunikasi, radio, dan sistem komunikasi radio.

  • Sistem Komunikasi

Sistem komunikasi umumnya dimaknai sebagai sebuah sistem untuk melakukan komunikasi. Sistem komunikasi juga dapat diartikan sebagai sebuah fasilitas yang terdiri dari berbagai peralatan untuk menyebarluaskan informasi. Sistem komunikasi memungkinkan transmisi informasi yang dilakukan diantara individu mencapai keberhasilan.  Terdapat berbagai jenis sistem komunikasi diantaranya adalah sistem komunikasi optic, sistem komunikasi radio, sistem komunikasi dupleks, sistem komunikasi dupleks sebagian, dan sistem komunikasi taktis.

  • Radio

Radio adalah salah satu teknologi komunikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai sarana untuk membawa informasi seperti suara dengan mengatur secara sistematis sifat-sifat energi gelombang elektromagnetik yang ditransmisikan melalui ruang angkasa seperti amplitude, frekuensi, fase, atau lebar pulsa. Saat gelombang radio menerpa konduktor listrik, medan berosilasi menginduksi arus bolak balik pada konduktor. Informasi dalam gelombang dapat diekstraksi dan diubah kembali ke bentuk aslinya.

Suatu sistem radio membutuhkan pemancar untuk mengubah beberapa properti energi yang dihasilkan untuk memberi kesan pada sinyal, misalnya dengan modulasi amplitude atau modulasi sudut. Sistem radio juga membutuhkan antena untuk mengubah arus listrik menjadi gelombang radio, dan gelombang radio menjadi arus listrik. Antena dapat digunakan baik untuk transmisi dan penerimaan. Resonansi listrik dari sirkuit yang disetel di radio memungkinkan masing-masing stasiun dipilih.

  • Sistem Komunikasi Radio

Sistem komunikasi radio terdiri dari beberapa subsistem komunikasi yang memberikan kemampuan kepada komunikasi eksterior. Sistem komunikasi radio mengirimkan berbagai sinyal melalui radio. Jenis sistem komunikasi radio yang dikerahkan tergantung pada teknologi yang digunakan, standar, peraturan, alokasi spectrum radio, persyaratan pengguna, positioning layanan, dan investasi. Berbagai peralatan yang terlibat dalam sistem komunikasi mencakup pemancar dan penerima. Baik pemancar maupun penerima memiliki antena dan peralatan terminal yang sesuai seperti mikrofon pada pemancar dan pengeras suara pada penerima dalam kasus sistem komunikasi suara. Daya yang dikonsumsi di stasiun pemancar bervariasi bergantung jarak komunikasi dan kondisi transmisi. Kekuatan yang diterima di stasiun penerima biasanya hanya sebagian kecil dari keluaran pemancar karena komunikasi tergantung pada menerima informasi yang ditransmisikan.

Baca juga:

Elemen Dasar

Seperti halnya sistem komunikasi interpersonal atau sistem komunikasi massa yang memiliki berbagai unsur komunikasi atau elemen-elemen komunikasi atau komponen-komponen komunikasi, dalam sistem komunikasi radio pun terdapat berbagai elemen dasar yang mendukung proses komunikasi radio. Adapun beberapa elemen dasar sistem komunikasi radio menurut Samuel Haykin (2017) adalah sebagai berikut :

  1. Sumber informasi (Source of information) – sumber informasi
  2. Pemancar (Transmitter) – di beberapa lokasi di luar angkasa yang berfungsi mengubah sinyal pesan yang dihasilkan oleh sumber informasi ke dalam bentuk yang sesuai untuk dikirimkan melalui saluran atau media.
  3. Saluran (Channel) – berfungsi untuk membawa sinyal pesan dan mengirimkannya kepada receiver dan perangkat lainnya yang ada di beberapa lokasi di luar angkasa. Namun, dalam perjalanan transmisi melalui saluran, sinyal terdistorsi karena ketidaksempurnaan saluran. Selain itu, sinyal gangguan dan pengganggu yang berasal dari sumber yang lain ditambahkan ke output saluran, dengan hasil bahwa sinyal yang diterima adalah versi sinyal transmisi yang rusak.
  4. Penerima (Receiver) – penerima berfungsi mengoperasikan sinyal yang diterima sehingga menghasilkan perkiraan sinyal pesan asli untuk pengguna informasi. Perkiraan karena kemungkinan terjadinya penyimpangan tidak dapat dihindari, betapapun kecilnya,dari keluaran penerima dibandingkan dengan masukan pemancar, penyimpangan dikaitkan dengan ketidaksempurnaan saluran, kebisingan, dan interferensi.
  5. Pengguna informasi (User of information) – pengguna informasi

Baca juga:

Jenis

Terdapat dua sistem komunikasi radio, yaitu sistem komunikasi radio klasik dan sistem radio modern.

  • Sistem komunikasi radio klasik menggunakan frekuensi-division multiplexing (FDM) sebagai strategi untuk berbagi alokasi bandwith frekuensi radio yang tersedia untuk digunakan sebagai komunikasi oleh berbagai pihak yang berbeda secara bersamaan.
  • Sistem komunikasi radio modern merupakan strategi alternatif FDM klasik yang membagi pita frekuensi radio dengan pembagian waktu multiplexing dan code-division multiplexing. Sistem ini menawarkan perbedaan pengorbanan dalam mendukung banyak pengguna. Strategi ini melampaui strategi FDM sebelumnya yang ideal bagi radio siaran tetapi kurang begitu ideal diterapkan pada telepon genggam.

Baca juga

Manfaat Mempelajari Sistem Komunikasi Radio

Mempelajari sistem komunikasi radio dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah kita dapat mengetahui dan memahami inti dari sistem komunikasi radio yang meliputi sejarah, pengertian, elemen dasar, serta jenis sistem komunikasi radio.

Demikianlah ulasan singkat mengenai sistem komunikasi radio. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan terkait dengan sistem komunikasi radio.