Sponsors Link

17 Prinsip Komunikasi Terapeutik Secara Umum

Sponsors Link

Komunikasi terapeutik merupakan jenis komunikasi yang tujuannya untuk mengembangkan kepribadian seseorang atau individu untuk menjadi kepribadian yang lebih baik dan adaptif. Dalam hal ini, jenis komunikasi ini adalah komunikasi yang digunakan oleh seorang psikolog atau terapis yang sedang mengobati atau memberikan solusi kepada kliennya untuk mengatasi masalahnya dalam masalah kejiwaan.

ads

Dengan kata lain, komunikasi terapeutik merupakan jenis komunikasi yang digunakan dalam pengobatan kejiwaan di mana seseorang yang membutuhkan ketenangan jiwa pada seorang psikolog.

Pengertian tersebut telah mengantarkan kita pada beberapa prinsip yang mana merupakan tujuan dan ciri khas pada komunikasi terapeutik. Berikut ini adalah 17 prinsip komunikasi terapeutik yang perlu kita ketahui sebagai khasanah ilmu komunikasi.

Baca juga:

Empat Prinsip Dasar Komunikasi Terapeutik

Suryani (2000) telah memberikan pengetahuan mengenai komunikasi bahwa terdapat empat prinsip dasar komunikasi terapeutik dalam membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan terapeutik. Empat prinsip dasar komunikasi terapeutik di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Hubungan Perawat dengan Pasien

Hubungan antara perawat dengan pasien atau psikolog dengan klien merupakan hubungan terapeutik yang mana sama-sama saling menguntungkan. Dalam istilahnya adalah ‘win win solution’ yang mana mencari solusi dengan sama-sama menguntungkan. Prinsip ini lebih dikenal dengan sebutan ‘humanity of nurse and clients’ yang diartikan adalah hubungan kemanusiaan antara seorang perawat dengan kliennya atau pasiennya. (Baca juga: Hakikat Sistem Komunikasi di Indonesia)

Kualitas dalam prinsip ini dilihat dari bagaimana seorang psikolog atau perawat memandang dan mendefinisikan dirinya dan pasiennya adalah seorang manusia. Dengan kata lain bahwa hubungan antara perawat dengan pasien bukan hanya perawat sebagai penolongnya, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai sahabat atau orang yang terdekatnya.

2. Menghargai Pasien

Dalam prinsip ini, seorang perawat atau psikolog alias terapis adalah seseorang yang dapat memahami apa yang dimiliki oleh seorang pasiennya. Entah itu dari kelebihannya, maupun kekurangannya. Karena setiap manusia diciptakan selalu memiliki keunikan masing-masing yang mana harus dihargai.

Tak hanya itu, seorang perawat juga harus memahami karakter yang dimiliki oleh pasiennya. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda, yang mana perawat harus memahami karakter itu, yaitu karakter pasiennya. Dengan kata lain, seorang perawat atau psikolog harus memahami perasaan dan perilaku yang dimiliki pasiennya. Perawat dapat melihat latar belakang budayanya, keluarganya, hingga keunikan yang dimiliki pasiennya untuk memahami karakter pasien. Dengan begitu, komunikasi terapeutik dapat berjalan sesuai kaidahnya.

3. Menjaga Harga Diri

Prinsip komunikasi terapeutik yang ketiga ini sama halnya dengan prinsip sebelumnya yang mana menghargai dan memahami apa yang dimiliki oleh setiap individu. Sehingga seorang perawat harus dapat menjaga harga diri seseorang yang menjadi pasiennya. Selain menjaga harga diri pasiennya, juga perlu adanya menjaga harga dirinya sendiri. Dengan menjaga harga dirinya sendiri, maka dia tidak akan dianggap rendah oleh pasiennya. (Baca juga: Etika Komunikasi Atasan dengan Bawahan)


4. Saling Percaya

Dengan saling menjaga dan menghargai apa yang dimiliki setiap individu, maka akan timbul rasa saling percaya antara perawat dengan pasien. Namun sebenarnya, rasa saling percaya ini harus dilakukan sejak awal alias untuk mengawali proses komunikasi. Dengan begitu, kita dapat berkomunikasi terapeutik dengan baik dan benar tanpa adanya saling menyinggung satu sama lain. Kita dapat saling percaya dengan memulai cerita dan masalah yang dimiliki oleh pasien. Kemudian mencari solusi terbaik bersama-sama. Hal ini adalah kunci dalam komunikasi terapeutik agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Prinsip Umum

Selain empat prinsip dasar komunikasi terapeutik di atas, juga terdapat prinsip komunikasi terapeutik lain yang mana akan kami uraikan sebagai berikut ini. (Baca juga: Sistem Komunikasi Radio)

1. Realisasi Diri

Seorang psikolog atau perawat saat menghadapi pasiennya harus melakukan realisasi diri. Artinya, seorang perawat haruslah melihat dirinya alias bercermin terlebih dahulu apa yang ia miliki dan apa yang tidak ia miliki. Dengan begitu, maka ia dapat memahami apa yang dimiliki dan apa yang tidak dimiliki oleh pasiennya. Di sinilah komunikasi terapeutik dapat berjalan antara pasien dengan perawat dengan baik dan benar.

2. Penerimaan

Salin menerima dari apa yang sedang dialami adalah kunci dalam komunikasi terapeutik. Dalam hal ini sama halnya dengan saling percaya antara pasien dengan perawat. Dengan adanya saling menerima, maka komunikasi terapeutik dapat berjalan. Di mana adanya perawat yang memahami dengan menerima keunikan dan apa yang dimiliki oleh pasiennya, maka ia dapat berkomunikasi dengan rasa dan logika sesuai dengan realita yang ada. Penerimaan ini bisa secara fisik maupun mental, baik materil maupun non materil.

Baca juga:

3. Penghormatan

Kehormatan pada seorang individu adalah hal yang sangat penting, sehingga dengan demikian seorang individu wajar saja kalau seorang individu ingin mempertahankan kehormatannya dengan berbagai cara. Hal ini bisa saja dipertahankan dengan cara menjaga kehormatannya dengan menjaga nama baik mereka menggunakan prestasi dan martabar. Sama halnya dengan pasien yang juga memiliki kehormatan tersendiri.

Jadi, seorang perawat, jangan sekalipun memandang remeh seorang pasien walaupun mereka sedang mengalami sakit pada jiwanya. Karena mereka juga manusia.

4. Perubahan

Komunikasi terapeutik dilakukan dengan tujuan bahwa adanya perubahan dalam diri individu setelah melakukan proses komunikasi. Tentunya perubahan tersebut diharapkan merupakan perubahan yang lebih baik. Dengan kata lain, setelah seorang pasien melakukan proses komunikasi terapeutik dengan perawatnya, diharapkan pasien dapat menjadi seorang pribadi yang lebih baik lagi dengan kelebihan dan kekuarangannya.

Pasien yang tadinya merasa selalu rendah diri, maka dia dapat menjadi percaya diri. Pasien yang suka dengan narkoba, maka ia bisa menjauhi narkoba secara perlahan. Dan masih banyak lagi perubahan yang lebih baik lagi yang bisa dirasakan setelah komunikasi terapeutik. (Baca juga: Perkembangan Media Massa di Indonesia)

5. Hubungan Manusia

Hubungan antar individu adalah hal yang penting dalam komunikasi terapeutik. Dengan adanya hubungan antar individu yang baik, maka proses komunikasi terapeutik ini bisa berjalan dengan baik dan benar. Bayangkan saja, jika ada seorang perawat yang tidak memiliki hubungan yang baik dengan pasiennya, maka apakah bisa perawat tersebut menyembuhkan pasiennya. Apalagi yang disembuhkan adalah penyakit kejiwaan pada seseorang.

Penyakit kejiwaan pada manusia adalah seseorang yang mengalami kekosongan atau gangguan pada jiwanya. Maka dari itu, perlu adanya hal-hal yang baik dalam lingkungan sekitarnya. Hal ini, hubungan yang baik dengan individu lain adalah salah satu faktornya. Maka dari itu, seorang perawat haruslah menjaga hubungan yang baik dengan pasiennya.

6. Keterbukaan

Dengan menggunakan komunikasi terapeutik, maka seorang pasien dapat belajar dan memahami bagaimana menerima dan diterima oleh individu lain. Nah, komunikasi terapeutik ini jenis komunikasi yang terbuka alias harus adanya keterbukaan antara pasien dengan perawat. Komunikasi terbuka ini bisa didasari dengan kejujuran dan penerimaan secara tulus. Tentunya juga diperlukan adanya kepercayaan antara pasien dengan perawat agar dapat saling terbuka.

Hal ini contohnya seperti seorang perawat yang mencoba membuka hubungan dengan memulai cerita tentang dirinya dan bisa dilanjutkan tentang pasiennya. Jika hal ini dilakukan, maka komunikasi yang saling percaya dapat berjalan. (Baca juga: Etika Komunikasi Digital)

7. Kebutuhan Individu

Kebutuhan individu juga diperlukan dalam komunikasi terapeutik yang mana memperhatikan apa yang diinginkan dan yang sedang dibutuhkan seorang pasien. Jika seorang pasien ingin sembuh, maka perawat harus bisa mencari kesembuhannya. Namun, cara itu bisa dibicarakan dengan pasien, cara mana yang bisa diterapkan sehingga bisa saling diterima. Jangan sampai perawat memaksa kehendak pasien yang mana bakal bisa membuat pasien tidak percaya dengan perawat.

Kebutuhan dan keinginan individu harus dipenuhi, selama kebutuhan itu bernilai positif. Jika negatif, maka tugas perawat mencari penggantinya dari solusi tersebut.


8. Kemampuan Individu

Setiap manusia tentunya memiliki kemampuan masing-masing yang mana merupakan suatu kelebihan dari individu tersebut. Nah, di sini tugas perawat harus memahami kemampuan apa yang dimiliki oleh pasiennya. Jangan sampai hal ini dilupakan oleh seorang perawat dalam hubungan komunikasi terapeutik. Dengan memahami kemampuan dari pasiennya, maka perawat akan lebih mudah dalam berkomunikasi secara batin dengan pasiennya. Apalagi kemampuan orang atau setiap individu tentunya berbeda-beda.

Baca juga:

9. Tujuan Realistis

Setiap individu tentunya memiliki tujuan hidup masing-masing, yang mana setiap individu memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda dan bervariasi. Di sini, tugas seorang perawat untuk menangani pasiennya dalam gangguan kejiwaannya adalah memperhatikan tujuan pasien. Namun, perlu diperhatikan juga apakah tujuan tersebut realistis atau tidak. Jika tujuan tersebut tidak realistis, maka perawat harus mengalihkan ke tujuan lain yang lebih tealistis.

10. Lingkungan Sekitar

Sebagai seorang perawat, kita juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar pasien. Karena bisa saja gangguan kejiwaan seorang pasien disebabkan oleh lingkungan sekitarnya seperti keluarga, kerabat, atau teman. (Baca juga: Model Komunikasi Tubbs)

Tiga prinsip komunikasi terapeutik yang lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Keramahan
  2. Kekeluargaan
  3. Cinta

Itulah 17 prinsip dalam komunikasi terapeutik yang perlu kita pahami agar kita bisa menerapkan komunikasi terapeutik yang mana dapat membantu persoalan kejiwaan seseorang. Hal ini juga bisa kita terapkan pada siapapun yang sedang mengalami masalah internal maupun eksternal.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Komunikasi