Sponsors Link

5 Proses Perubahan Sosial dan Budaya Dalam Komunikasi

Sponsors Link

Perubahan sosial dan budaya merupakan salah satu hal yang mempengaruhi jalannya komunikasi. Adapun beberapa definisi dari perubahan sosial dan budaya menurut para ahli yang berkaitan dengan proses perubahan sosial dan budaya dalam komunikasi adalah sebagai berikut;

ads

Maclver : “perubahan – perubahan sosial merupakan sebagai perubahan – perubahan dalam hubungan sosial (social relationship) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.”

William F.Ogburn : “ruang lingkup perubahan – perubahan sosial meliputi unsur – unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial, yang di tekankan dalam pengaruh besar unsur – unsur kebudayaan material terhadap unsur – unsur immaterial.” 

 JL. Gilin and JP. Gilin : “perubahan – perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara – cara hidup yang telah di terima baik karena perubahan – perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, kondisi penduduk, idiologi maupun adanya difusi ataupun penemuan – penemuan baru dalam masyarakat.”

Selo Soemardjan : “semua perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat,di mana perubahan tersebut memengaruhi sistem sosialnya. Perubahan sosial yang dimaksud mencakup nilai-nilai dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.’

Baca juga:

Dalam perubahan sosial dan budaya yang mempengaruhi komunikasi, terdapat beberapa proses yang harus dilalui, yakni sebagai berikut:


1. Invensi

Sebelum membahas tentang invensi, maka perlu diketahui terlebih dahulu pengertian dari invensi. Menurut Ralph Linton, invensi yang ada. Sedangkan menurut Pasurdi Suparlan, invensi adalah suatu ciptaan baru yang berupa suatu benda atau pengetahuan melalui proses penggabungan pengetahuan-pengetahuan yang bersangkutan yang telah ada sebelumnya.

Invensi merupakan salah satu proses perubahan sosial dan budaya dimana terdapat penemuan baru dalam komunikasi. Salah satu contoh invensi sebagai proses perubahan sosial dan budaya adalah penemuan alat komunikasi baru seperti ponsel. 

Baca juga :

2. Difusi 

Difusi adalah proses penyerapan nilai-nilai sosial dan budaya yang satu kepada orang lain berupa gagasan atau pemikiran tertentu. Proses difusi sendiri terdiri lagi dari 3 jenis, yakni;

  • Proses perembesan damai: proses perembesan damai dilakukan dengan mempengaruhi orang lain dengan nilai-nilai sosial dan budaya dengan cara yang lembut sehingga dapat diterima dengan baik. Salah satu contoh dari proses perembesan damai adalah masuknya penyebaran agama Islam ke Indonesia.
  • Proses perembesan dengan kekerasan: berbeda dengan proses perembesan damai. Proses perembesan dengan kekerasan justru dilakukan dengan cara yang sangat tidak menyenangkan. Penerimaan pemikiran dan gagasan yang ada dilakukan secara paksa dengan kekerasan verbal maupun non verbal. Pemaksaan ini menyebabkan rusaknya sistem dan tatanan yang ada sebelumnya. Salah satu contoh dari proses perembesan dengan kekerasan adalah masuknya Belanda ke Indonesia yang menjajah hingga ratusan tahun lamanya. 
  • Simbiotik : proses masuknya unsur-unsur kebudayaan ke atau dari dalam masyarakat yang hidup berdampingan. Proses simbiotik sendiri terbagi lagi dalam 3 jenis, yakni mutualistik dimana kedua belah pihak saling diuntungkan, komensalitik dimana satu pihak diuntungkan dan pihak lain tidak diuntungkan tapi tidak pula dirugikan, dan parasitistik dimana satu pihak diuntungkan dan pihak lain dirugikan.

Baca juga:

3. Akulturasi

Proses selanjutnya dari perubahan sosial dan budaya dalam komunikasi adalah akulturasi. Akulturasi adalah bertemunya dua budaya yang berbeda, namun nilai-nilai dalam budaya yang lama masih dapat dirasakan. Akulturasi menjadi salah satu perubahan sosial budaya yang mengedepankan rasa hormat dan menghargai pada nilai-nilai lama terutama dalam komunikasi antar budaya.


Salah satu contoh dari akulturasi adalah penggunaan wayang kulit yang berasa dari Jawa dalam menyebarkan ilmu agama Islam yang berasal dari Arab. Pertemuan dua budaya yang berbeda ini menjadi satu komunikasi yang sangat unik, dimana budaya baru bertemu dengan budaya lama tanpa menggeser nilai-nilai budaya sebelumnya.

4. Asimilasi

Berbeda dengan akulturasi, pada proses asimilasi, pertemuan dua budaya yang berbeda justru menghasilkan budaya baru. Pertemuan dua budaya ini tidak mengandung unsur budaya yang telah ada sebelumnya sehingga yang ada hanyalah budaya yang baru.

Salah satu contoh dari asimilasi adalah perubahan cerita mengenai asal mula hari Valentine dimana para petinggi Vatikan tidak mampu menghapus kebudayaan pagan dalam menyembah dewa kesuburan sehingga menggantikan cerita tersebut dengan cerita pendeta yang berjuang demi cinta agar kebudayaan pagan tetap bisa diterima masyarakat Kristiani.

Proses asimilasi seperti ini biasanya juga berlangsung lama dan tidak mendadak seperti akulturasi karena yang dibentuk adalah kebudayaan dan nilai-nilai sosial yang baru yang tidak ada sebelumnya.

Baca juga:

5. Akomodasi

Menurut J.L. Gillin dan J.P. Gillin, akomodasi memiliki arti sebagai suatu pengertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian adaptasi yang dipergunakan oleh para ahli-ahli biologi untuk menunjuk pada suatu proses di mana makhluk hidup harus menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya.

Akomodasi menjadi proses dimana masyarakat berusaha untuk meredam konflik yang mungkin terjadi dalam proses perubahan sosial dan budaya dalam komunikasi.

Itulah 5 proses perubahan sosial dan budaya dalam komunikasi yang perlu diketahui. Meskipun terdapat perubahan sosial dan budaya dalam komunikasi, namun kebanyakan dari perubahan tersebut memberikan dampak yang baik dalam komunikasi. Kemudahan dalam mendapatkan informasi adalah hal yang sangat penting dalam perubahan tersebut. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Dasar Komunikasi