Sponsors Link

Konteks Komunikasi Lintas Budaya dan Hambatannya

Sponsors Link

Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, munculnya berbagai kebudayaan baru tidak bisa terelakkan lagi. Tak jarang, budaya baru memasuki budaya yang sudah ada dan saling menyesuaikan satu sama lain atau bahkan membentuk kebudayaan yang baru.

ads

Dalam hubungannya dengan Konteks Komunikasi Lintas Budaya, komunikasi sangat berperan penting terutama pada proses penyebaran dan penyesuaian budaya satu sama lain. Pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas lebih mendalam mengenai konteks komunikasi dalam budaya baru. (Baca juga : Pengaruh Media Sosial)

Komunikasi

Komunikasi sendiri berarti proses yang dinamis dimana orang berusaha untuk berbagi pikiran mereka kepada orang lain melalui penggunaan simbol serta persamaan makna. Komunikasi memiliki berbagai fungsi, yaitu:

  • Memudahkan Dalam Proses Pengumpulan Informasi

Ketika kita bertemu dengan orang lain untuk yang pertama kali, tentu kita akan mencari sebanyak mungkin informasi mengenai orang itu untuk mengenalnya lebih mendalam. Dengan komunikasi, kita memungkinkan untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai orang tersebut. Kita bisa menanyakan berbagai hal langsung, atau melihat dari hal-hal yang dikomunikasikannya seperti bagaimana cara bicaranya, apa yang dipakainya, dan lain sebagainya. (Baca juga : Cabang Ilmu Komunikasi)

  • Membantu Memenuhi Kebutuhan Pribadi

Siapa orang yang tidak perlu berkomunikasi dengan orang lain? Setiap orang pasti memerlukan proses komunikasi dengan orang lain, karena komunikasi dengan diri sendiri saja tidak cukup. Anda pasti pernah merasakan saat memiliki banyak masalah atau bosan dengan kehidupan dan butuh teman bicara. Setelah bicara dan berkomunikasi dengan orang lain, Anda merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.

  • Membentuk Identitas Diri

Selain mendapatkan informasi mengenai orang lain, komunikasi juga memungkinkan kita untuk lebih mengenal siapa diri kita dan membentuk identitas diri. Dengan berkomunikasi dengan berbagai orang yang memiliki ragamnya masing-masing, kita jadi lebih memahami siapa diri kita, pada bagian atau kelompok mana kita lebih cocok, darimana kita berasal, siapa saja orang-orang yang cocok dengan kita, dan lain sebagainya. (Baca juga : Teori Komunikasi Antar Pribadi)

  • Mempengaruhi Orang Lain

Disadari atau tidak, apa yang kita komunikasikan dapat mempengaruhi orang yang kita ajak berkomunikasi. Contoh sederhananya adalah ketika kita berlaku ramah dan baik kepada orang lain, maka orang yang kita ajak bicara itu otomatis akan ramah pula kepada kita. Tak jarang jika Anda memberikan senyuman kepada orang yang berpapasan di jalan, orang tersebut akan balik tersenyum juga. (Baca juga : Komunikasi Pembelajaran)

Budaya

Budaya dan komunikasi adalah dua hal yang berkaitan satu sama lain. Bahkan disebutkan bahwa budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya. Pengertian budaya menurut Triandis adalah

“a set human-made objective and subjective elements that in the past have increased the probability of survival and resulted in satisfactoin for the participants ecological niche, and thus became shared among those who could communicate with each other because they had a common language and they lived in the same time and place.”

Fungsi dasar budaya menurut Sowell adalah untuk membentuk struktur masyarakat, menyampaikan pengetahuan dan pengalaman dari generasi ke generasi, dan merupakan proses mempelajari sesuatu lagi dan lagi melalui proses trial and errors. (Baca juga : Proses Interaksi Sosial)

Selain itu, budaya juga memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

  • Budaya merupakan hal yang dipelajari, baik melalui perkataan atau peribahasa (proverbs), dongeng, legenda, mitos, seni, dan media massa.
  • Budaya disampaikan kepada seluruh anggota dalam budaya tersebut.
  • Budaya diturunkan dari generasi ke generasi.
  • Budaya merupakan hal yang berdasarkan pada simbol.
  • Budaya adalah sesuatu yang dinamis dan berkelanjutan, terus menerus terbentuk tanpa akhir.
  • Budaya merupakan sistem yang terintegrasi.
Sponsors Link

Komunikasi Lintas Budaya

Dalam membahas Konteks Komunikasi Lintas Budaya, tidak afdol rasanya jika tidak mengaitkan dengan konsep komunikasi lintas budaya atau intercultural communication. Pengertian komunikasi lintas budaya sendiri menurut Larry A. Samovar, Richard E. Porter, dan Edwin R. McDaniel adalah

intercultural communication involves interaction between people whose cultural perceptions and symbol systems are distinct enough to alter the communication event.

Dengan kata lain, intercultural communication atau komunikasi lintas budaya terjadi ketika orang dari asal yang berbeda saling bertemu dan menyadari kalau mereka berbeda. Seiring berjalannya waktu, perbedaan itu dapat tersadari dan terakomodir dengan hubungan politik, pengetahuan, perdagangan, atau berbagai hal lainnya. Dalam pembahasan komunikasi lintas budaya terdapat dua hal yang penting, yaitu dominant culture dan co-culture.

Dominant culture adalah budaya dominan yang jelas-jelas memiliki kekuasaan atau power yang lebih tinggi daripada yang lain. Memiliki kekuatan disini bukan berarti berjumlah banyak, namun memiliki kontrol besar terhadap budaya secara keseluruhan.

Sedangkan co-culture adalah kelompok atau komunitas sosial yang menunjukkan pola komunikasi, karakteristik, persepsi, nilai-nilai, dan kepercayaan yang berbeda dengan kelompok lain maupun dengan kelompok dominan. (Baca juga : Komunikasi Non Verbal)

Area Budaya Baru

Setelah memahami mengenai konteks komunikasi lintas budaya, kita perlu memahami area-area apa saja yang terkait dan memicu munculnya budaya baru. Area-area tersebut biasanya bersifat global dan memiliki keragaman serta dinamika budaya dalam masyarakat. Berikut adalah area-area budaya baru:

  • Globalization

yang diartikan sebagai integrasi yang berkelanjutan dalam dunia ekonomi. Dengan adanya keterkaitan tinggi ini, akan sulit untuk hidup tanpa terpengaruh oleh opini dan tindakan dari pihak lain. (Baca juga : Jenis-Jenis Intaraksi Sosial)

  • World Trade

Kemajuan jaman kini semakin memudahkan bisnis meluas bahkan sampai mancanegara. Tidak sedikit bisnis yang memiliki cabang di berbagai penjuru dunia, seperti McDonald, KFC, Seven Eleven, dan lain sebagainya.

  • Technology and travel

Penemuan teknologi seperti telepon selular dan internet memberikan berbagai perubahan besar dan drastis dalam kehidupan manusia. Kita jadi mudah terhubung meski terbentang jarak dan waktu, dan tentunya itu sangat membantu berbagai urusan termasuk politik dan bisnis. Kemajuan transportasi juga tentunya sangat membuat manusia semakin terkoneksi, karena jarak tempuh untuk mencapai suatu tempat kini semakin sedikit. (Baca juga : Teori Komunikasi Massa)

  • Competition for natural resources

Globalisasi memungkinkan manusia untuk memenuhi kebutuhan akan SDA dengan menyalurkannya dari berbagai tempat yang jauh dari negaranya, seperti minyak bumi dari negara-negara Timur Tengah. Hal ini memunculkan keterkaitan yang semakin besar satu sama lain meski berbeda negara dan daerah.

  • International conflict and security

Semakin berjalannya waktu, semakin banyak pula ancaman akan kejahatan dan kriminalitas yang bermunculan. Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai negara dan perkumpulan dunia melakukan berbagai upaya bersama. (Baca juga : Komunikasi Asertif)

  • Enviromental challenges and world heath issues

Selain kriminalitas, permasalahan lingkungan dan kesehatan seperti global warming, HIV/AIDS, dan efek rumah kaca juga menjadi ancaman bagi manusia. Untuk itu, berbagai negara saling bekerja sama dan memberikan informasi mengenai hal-hal terkait untuk melindungi warga negaranya. (Baca juga : Komunikasi Pemerintahan)

  • Shifting population

Populasi manusia semakin banyak, jadi banyak orang yang melakukan imigrasi dan bertemu budaya yang berbeda. Hal ini bisa menjadi ancaman untuk tradisi lokal, sekaligus bisa juga memunculkan rasis. Di Amerika, populasi orang tua jauh lebih banyak sehingga terjadi age-gap. Hal ini kemudian memunculkan perbedaan akan nilai dan budaya yang berbeda lintas usia.

  • Multicultural society

Saat ini kita sering mendapati dalam satu keluarga terdiri dari berbagai suku asal yang tentunya memiliki perbedaan budaya. (Baca juga : Komunikasi Pertanian)

Sponsors Link

Hambatan Komunikasi dalam Budaya Baru

Dalam Konteks Komunikasi Lintas Budaya, adanya berbagai budaya baru tentunya tidak lepas dari resiko munculnya permasalahan yang harus dihadapi masyarakat. Berikut adalah beberapa masalah yang menjadi tantangan untuk dihadapi masyarakat masa kini dengan beragam budaya baru:

  • Individual uniqueness

Meskipun kita sudah mempelajari bahwa begitu banyak budaya di dunia ini, namun manusia jauh lebih mendalam dari budaya tersebut. Orang yang berasal dari budaya yang sama belum tentu sama persis, karena ia memiliki latar belakang yang berbeda satu sama lain. (Baca juga : Komunikasi Islam)

  • Stereotyping

Sering kita dapati orang memberikan stereotype pada budaya tertentu karena kekhasan dari budaya tersebut, padahal seperti yang disebutkan diatas bahwa bagaimanapun juga tiap orang memiliki keunikan masing-masing. Tidak berarti satu budaya memiliki kesamaan segalanya.

  • Objectivity

Yaitu keadaan dimana manusia bersikap objektif tanpa bias atau terpengaruh oleh emosi atau prasangka pribadi. Namun pada kenyataannya hal ini cukup sulit dilakukan. Apalagi manusia cenderung untuk memiliki ethnocentrism, dimana orang merasa bahwa budaya nya lah yang paling baik dibanding budaya lainnya. (Baca juga : Bahasa Sebagai Alat Komunikasi)

  • Communication is not a Cure-all

Setelah kita mempelajari pembahasan intercultural communication, kita mungkin melihat bahwa komunikasi adalah jalan terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun ternyata, kita akan mendapati bahwa komunikasi juga terkadang menimbulkan masalah. Kita harus menyadari bahwa kita memilliki kemungkinan untuk menghadapi masalah yang juga dihadapi orang lain. (Baca juga : Etika Komunikasi di Internet)

Demikianlah pembahasan mengenai Konteks Komunikasi  Lintas Budaya. Semoga tulisan ini dapat berguna bagi Anda yang mencari informasi mengenai komunikasi lintas budaya, budaya baru, area budaya baru, dan permasalahan komunikasi yang dihadapi dengan adanya budaya baru.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Oleh :