Sponsors Link

6 Peran Jurnalisme Profetik dalam Menghadapi Isu Kebohongan

Sponsors Link

Semakin mudahnya informasi didapatkan dan berkembang, semakin banyak pula isu-isu kebohongan atau jenis-jenis informasi yang masih dipertanyakan kebenarannya. Isu-isu kebohongan itu sendiri biasa disebut dengan istilah hoax, dimana diartikan sebagai suatu usaha untuk menipu atau mengakali pembaca maupun pendengar untuk mempercayai informasi yang disampaikan didalamnya.

ads

Bagi pencipta atau pembuat isu sendiri telah mengetahui bahwa informasi tersebut merupakan suatu kebohongan maupun palsu. Penyebaran hoax sendiri kerap juga menggunakan jasa media sosial dimana memiliki pengguna yang jauh lebih banyak dibanding dengan media massa, oleh sebab itu media sosial juga memiliki peran signifikan dalam dunia jurnalisme.

Lantas mampukah jurnalisme bertahan maupun mempertahankan informasi kebenaran di era media sosial ini yang penuh dengan informasi maupun isu kebohongan? Menurut beberapa informasi, untuk menghadapi isu kebohongan dapat dilakukan dengan menjunjung prinsip-prinsip jurnalisme maupun juga menerapkan jurnalisme profetik.

Jurnalisme profetik atau juga dikenal sebagai jurnalisme kenabian merupakan jurnalisme yang mengemban tugas kenabian, seperti menyampaikan risalah yang bermanfaat, menerapkan kode etik Nabi Muhammad SAW, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana peran jurnalisme profetik dalam menghadapi isu kebohongan? Berikut beberapa peran diantaranya:

1. Mengungkapkan Kebenaran

Sesuai dengan etika Nabi, yaitu shiddiq yang berarti menyampaikan. Maka jurnalisme profetik juga berperan untuk mengungkapkan kebenaran dalam isu kebohongan yang tersebar. Dalam fungsi kode etik jurnalistik atau prinsip jurnalisme, menjunjung kebenaran juga merupakan prinsip utama yang harus dijalankan oleh para jurnalis dalam menyampaikan berita maupun informasi bagi para pembaca dan pendengarnya. Dengan adanya kebenaran maka dapat meredam isu kebohongan yang tersebar.

2. Menegakkan Keadilan

Jurnalisme profetik juga berperan dalam menegakkan keadilan sehingga isu kebohongan yang merugikan beberapa pihak dalam dihentikan. Dengan menjunjung keadilan bagi semua masyarakat maka tidak akan ada isu-isu kebohongan lainnya pula yang akan muncul. Mementingkan keadilan juga merupakan salah satu contoh kode etik jurnalistik.

3. Mendukung Terciptanya Kesejahteraan

Masih berkaitan dengan menegakkan keadilan, mendukung terciptanya kesejahteraan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dan dijalankan dalam jurnalisme profetik untuk melawan isu kebohongan. Dengan adanya isu kebohongan dan merugikan berbagai pihak maka kesejahteraan juga dapat terancam, sehingga menjadi peran jurnalisme juga untuk mendukung terciptanya kesejahteraan dengan mengurangi isu-isu kebohongan.

Baca juga :

4. Menciptakan Perdamaian

Dengan adanya isu-isu kebohongan yang beredar, maka dapat mengancam perdamaian dalam masyarakat. Oleh sebab itu jurnalisme profetik juga berperan untuk menciptakan perdamaian dalam menghadapi isu kebohongan yang ada. Dengan demikian perdamaian dapat tercipta dan isu kebohongan dapat berkurang. Hal ini juga menjadi salah satu peran jurnalistik dalam masyarakat.

5. Menjunjung Tinggi Kemanusiaan Universal

Selain menciptakan perdamaian, menjunjung tinggi kemanusiaan universal juga menjadi salah satu peran jurnalisme profetik dalam menghadapi isu kebohongan. Hal ini disebabkan karena isu kebohongan juga menjadi salah satu aspek yang melanggar sisi kemanusiaan. Oleh sebab itu mengurangi terciptanya isu kebohongan dapat meningkatkan sisi kemanusiaan secara universal.

6. Mendidik Masyarakat

Peran yang terakhir adalah dengan mendidik masyarakat melalui informasi yang berdasarkan pada kebenaran dan fakta. Hal ini juga berdasar pada etika Nabi yaitu amanah yang juga berarti mendidik. Sehingga dengan mendidik masyarakat juga dapat mengurangi adanya kemungkinan terhadap munculnya isu-isu kebohongan kembali.

Demikian ulasan mengenai peran jurnalisme profetik dalam menghadapi isu kebohongan sebagai salah satu jenis-jenis jurnalistik, baik dalam media sosial maupun media massa. Perlu diingat pula sebagai masyarakat awam harus selalu menyaring segala informasi-informasi yang didapatkan, karena semakin berkembangnya jaman dan teknologi menyebabkan semakin mudahnya isu kebohongan atau hoax disebarkan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan lebih menambah wawasan.


Sponsors Link
, , , ,