Sponsors Link

13 Cara Berkomunikasi Dalam Komunikasi Internal Organisasi

Sponsors Link

Komunikasi internal merupakan komunikasi yang terjadi dalam lingkungan kantor atau organisasi. Ruang lingkup komunikasi internal yaitu mencakup  Komunikasi dengan pemilik, manajemen, dan karyawan. Komunikasi ini terjadi karena terdapat sebuah struktur dalam organisasi. Tentunya dalam organisasi sendiri terdapat orang-orang dengan berbagai macam tingkat jabatan dan didalamnya harua terjalin komunikasi sebagai upaya untu mewujudkan visi dan misi organisasi sebagai cara berkomunikasi dengan baik .

ads

Komunikasi sudah seperti sebuah kewajibab terutaman dalam.memjalankam sebuah organisasi. Sebab tanpa adanya komunikasi maka tentu saja orang-orang yang ada didalamnya tidak akam dapat bekerja secara maksimal. Sebab kurangnya komunikasi bisa menjadi pemicu dari masalah-masalah yang akan timbul. Komunikasi internal juga menjadi bagian untuk mengkoordinasikan antara satu bagian dan bagian lain sebagai contoh komunikasi tidak efektif .

Sebagaimana tujuan dari komunikasi internal sendiri yakni meningkatkan kinerja SDM dalam organisasi. Maka prosesnya dimulai dari terjadinya pertukaran informasi diantara batang-batang struktur organisasi sebagai proses komunikasi dalam organisasi . Kualitas komunikasi internal akam bisa menjadi tolak ukur baik atau tidaknya kinerja dalam sebuah organisasi. Hal ini dapat dilihat dari 13 Cara Berkomunikasi Dalam Komunikasi Internal organisasi secara umumu berikut .

1. Melalui Forum

Forum baik formal ataupun informal dapat menjadi cara untuk melakukan komunikasi secara internal. Terutama komunikasi organisasi yang terjadi antara karyawan yang berada dalam lingkup menajemen. Biasanga forum ini digunakan untuk membahas mengenai obrolan yang tidak terlampau serius. Bahkan juga hanya dilakukan disaat-saat jam santai, terkadang bahkan membicarakan urusan pribadi. Namun diselingi dengan canda tawa dan isi obrolapun tidak terkesan serius dan berkaitan dengan masalah yang ada .

2. Grup Obrolan

Seiring dengan perkembangan teknologi maka komonikasi internal juga ikut mengalami perkembangan. Kini setiap organisasi rata-rata memiliki grup obrolan di media sosial masing-masing. Hal ini mempermudah dalam dalam menginformasikan pengumuman penting, diskusi atau bajkan juga izin. Tentunya di riang obrolan ini dapat juga terjadi komunikasi baik antara bawahan dan atasan atau juga sebaliknya.

3. Rapat

Rapat biasanya merupakam agenda ruti dalam sebuah organisasi. Pemimpin rapat biasanya adalah impinan organisasi itu sendiri. Rapat dapat membahas berbagai hal, milai dari target bulanan, pencapaian hingga hambatan atau kendalam yang menghambat pencapaian tujuan. Dalam rapat juga pasti akan  terjadi komunikasi internal antar peserta rapat, entah dalam bentuk siakusi ataupun tanya jawab.

Sponsors Link

4. Diskusi

Diskusi menjadi salah satu car untuk melakukan komunikasi internal dalam organisasi. Diskusi dilakukan biasanya untuk memecahkan masalah atau juga mencari sumber dari masalah untuk ditemukan solusinya. Diskusi dapat berlangsung formal ataupun tidak tergantung dari kelompok peserta. Biasanya jika hanya diskusi karyawan dalam satu bidang maka akan berlangsung tidak terlalu formal sebaliknya jika diakusi melibatkam pimpinan pasti situasinya akan lebih serius.

5. Presentasi

Presentasi atau pemamparan biasanya dilakukan untuk menyampaikan sesuatu yang beehubungan dengan hal baru dalam organisasi. Biasanya ketika ada pokok permasalahan atau topik baru yang ingin maka presentasi akan dilakukan sebagai proses komunikasi efektif . Terutama saat menyikapinide baru yang ingin disampaikan guna pembaharuan dalam organisasi. Pastinya presentase ini didalamnya akan terjadi komunikasi internal.

6. Obrolan Informal

Komunikasi internal juga dapat terjadi melalui obrolan informal. Biasanya terjadi di saat-saat yang tidak formal dan cenderung santai. Lingkup komunikasi juga terbatas, sebab tentunya seorang karyawan tidak memiliki akses atau waktu luang hanya untuk sekadar haha hihi. Sehingga obrolan informal hanya akan sebatas pada aktifitas tegur sapa saja.

7.Komunikasi Secara Vertikal

Komunikasi vertikal yakni komunikasi dari atas ke bawah (downward communication) dan dari bawah ke atas (upward communication), adalah komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik (two-way traffic communication). Dalam komunikasi vertikal, pimpinan memberikan instruksi-instruksi, petunjuk-petunjuk, informasi-informasi, dan lain-lain kepada bawahannya sebagai salah satu pola komunikasi organisasi . Bawahan memberikan laporan-laporan, saran-saran, pengaduan-pengaduan, dan lain-lain kepada pimpinan.

Atasan dan bawahan berkomunikasi sesuai dengan keinginan mereka (perilaku komunikasi yang diantisipasi), misalnya menanyakan pertanyaan yang relevan, mendiskusikan maksud sesorang secara terbuka, jujur, merupakan perilaku komunikatif yang diharapkan oleh atasan atau bawahan, dari dirinya sendiri atau dari orang lain. Komunikasi dua arah secara timbal balik tersebut dalam organisasi penting sekali karena jika hanya satu arah saja dari pimpinan kepada bawahan, laporan, tanggapan, atau saran para karyawan sehingga suatu keputusan atau kebijaksanaan dapat diambil dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

ads

8. Komunikasi Secara Horizontal

Komunikasi horizontal yaitu komunikasi antara sesama seperti dari karyawan kepada karyawan, manajer kepada manajer. Berbeda dengan komunikasi vertikal yang sifatnya lebih formal, komunikasi horizontal seringkali berlangsung tidak formal. Mereka berkomunikasi satu sama lain bukan pada waktu sedang bekerja, melainkan pada saat istirahat, sedang rekreasi, atau pada waktu pulang kerja. Dalam situasi komunikasi seperti ini, desas-desus cepat sekali menyebar dan menjalar, dan yang didesas-desuskan sering kali mengenai hal-hal yang menyangkut pekerjaan atau tindakan pimpinan yang merugikan mereka.

9. Komunikasi Ke Atas 

Komunikasi ke atas proses penyampaian gagasan, perasaan dan pandangan pegawai tingkat bawah kepada atasannya dalam organisasi. Ironisnya, meskipun dianggap penting, komunikasi ke atas tidak selalu dianjurkan oleh manajemen. Salah satu alasannya adalah karena suara yang didengar atasan dari bawahannya tidak selalu menyenangkan atau menyanjung atasan. Komunikasi ke atas lebih jarang terjadi jika ada hambatan psikologis antara atasan dan bawahan sebagai penyebab terjadinya konflik dalam komunikasi .

10. Komunikasi Ke Bawah

Komunikasi diprakarsai oleh manajemen organisasi tingkat atas dan kemudian ke bawah melewati rantai perintah. Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu kelompok atau organisasi ke suatu tingkat yang lebih. Kegunaan dari pada komunikasi ini memberikan penetapan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan kebijakan dan prosedur pada bawahan, menunjukkan masalah yang memerlukan perhatian dan mengemukakan umpan balik terhadap kinerja.

11. Kuisioner

Kuisioner juga menjadi salah satu cara yang bisa digunakan dalam komunikasi internal. Kuisioner akan memungkinkan komuniksi dapat terjalin. Biasanya hal ini merupakan upaya untuk menilai performa antara satu sama lain baik atasan kepada bahawan atau sebaliknya. Hasil dari kuisooner dapat dibahan dan kemudoan dijadikan sebagai topik saat ada agenda pertemuan.

Sponsors Link

12. Wawancara

Wawancara sudah bukan merupakan hal yang baru lagi apalagi dalam sebuah organisasi. Pastinya wawancara merupakan cara berkomunikasi yang bisa dilakukan untuk mengetahui dan menggalininformasi secara lebih dalam mengenai seseorang. Terlepas dari ini wawancara juga nengedepankan pandangan secara subjektif dalam menilai seseorang.

13. Pertemuan Rutin 

Pertemuan rutin biasanya menjadi agenda yang rutin dilakukan entah setiap satu bulan, 3 bulan, satu semester atau juga pertemuan tahunan. Biasanya hal ini merupakan sarana bagi pemimpin dan bawahan untuk saling bertemu dan membangin komunikasi kepemimpinan  secara lebih intensif. Mengingat bahwa komunikasi antar keduanya sangat jarang terjadi. Penyebabnya tidak lain adalah keseganan bawahan kepada atasan.

Itulah tadi, 13 Cara Berkomunikasi Dalam Komunikasi Internal organisasi. Semoga dapat menjadi referensi dan sumber bagi anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,