Sponsors Link

5 Waktu yang Tepat untuk Menerapkan Pola Gilir Komunikasi

Sponsors Link

Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan suatu pola yang disebut sebagai pola gilir komunikasi. Pola gilir komunikasi adalah pola komunikasi yang diatur secara bergantian untuk mendapatkan hasil komunikasi yang efektif.

ads

Komunikasi yang baik akan menciptakan rasa saling menghargai, menghormati, ramah, sopan, dan sikap baik lainnya. Hal yang mencerminkan komunikasi yang baik adalah menggunakan bahasa dan pemilihan kata yang baik. (Baca juga: Komponen-komponen Komunikasi)

Kemudian sikap juga harus disesuaikan dengan lawan bicara kita maupun lingkungan sekitar kita. Komunikasi memang telah menjadi media untuk mempererat individu dengan individu lainnya dalam suatu lingkungan.

Pola gilir komunikasi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat dapat memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator dan komunikan juga dapat menanggapi pesan yang disampaikan tersebut. (Baca juga: Teknik Komunikasi Efektif)

Pola gilir komunikasi memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi karena dengan adanya pergantian komunikasi tersebut maka seorang akan ditempatkan kepada dua bagian. Pertama, pola gilir komunikasi menempatkan seorang untuk menjadi pembicara yang baik dalam menyampaikan pesan. Kedua, pola gilir komunikasi dapat membuat seseorang menjadi pendengar yang baik. (Baca juga: Etika Komunikasi)

Adanya pola gilir komunikasi ini menghindari pelaku komunikasi (komunikator dan komunikan) dari permasalahan komunikasi seperti salahpaham, saling beradu komentar, dan lain sebagainya. Pola gilir dalam komunikasi dilakukan dimana pun dan kapan pun. (Baca juga: Unsur Komunikasi)

Adapun waktu yang tepat untuk diterapkan dalam pola gilir komunikasi adalah sebagai berikut:

  1. Rumah

Komunikasi yang baik akan membuat rumah tangga menjadi harmonis. Seorang anak hendaknya menghormati dan menghargai kedua orangtuanya. Ketika seorang ayah sedang menasihati sang anak, sebaiknya seorang anak menjadi pendengar yang baik. Begitu pula seorang ayah harus berbicara dengan bijaksana dan berwibawa di depan anaknya.

Tak hanya kepada kedua orangtua saja kita bersikap seperti itu, tetapi kepada kakak, kakek, nenek, adik, dan sanak keluarga lainnya. Rumah adalah tempat ternyaman, sehingga sebaik mungkin kita harus menjaga sikap dan ucapan kita agar tidak menyakiti orang lain. Pola gilir komunikasi diterapkan di dalam rumah tangga agar sikap menghargai terhadap sesama tertanam di diri setiap anggota keluarga. (Baca juga: Elemen-elemen Komunikasi)

  1. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat menjadi fokus perhatian selanjutnya untuk menerapkan pola gilir komunikasi. Pola gilir komunikasi diterapkan dalam lingkungan masyarakat agar terciptanya rasa toleransi, saling menghargai, dan sikap baik lainnya yang mempengaruhi komunikasi di masyarakat.

Manusia sebagai makhluk sosial tentu saja harus bersosialisasi dan berinteraksi di sekitar lingkungan rumahnya. Konflik sering terjadi di lingkungan masyarakat karena masyarakat memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda. Pola gilir komunikasi dapat dilakukan untuk menyesuaikan budaya yang ada dalam lingkungan komunikasi seseorang. (Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi)

  1. Kantor

Kantor merupakan tempat yang tepat untuk menggunakan pola gilir komunikasi. Kantor adalah tempat yang sering digunakan untuk diskusi oleh anggotanya. Pola gilir komunikasi yang baik digunakan pada saat diskusi. Ada anggota yang bertugas memberikan informasi atau sebagai pembuka diskusi, ada moderator, dan ada audiens atau komunikan yang bertugas merespon informasi yang telah disampaikan.

Semuanya dilakukan dengan menggunakan pola gilir komunikasi, sehingga diskusi berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan seperti perdebatan dan kesalahpahaman. Diskusi yang dilakukan di kantor akan terorganisir dan terstruktur apabila menerapkan pola gilir komunikasi. Perusahaan akan sukses dengan meningkatnya kesepakatan dari anggota dalam bekerja dan mencapai hasil yang maksimal. (Baca juga: Proses Komunikasi Efektif)

  1. Sekolah

Sekolah menjadi tempat menerapkan pola gilir komunikasi berikutnya. Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu. Guru sebagai komunikator yang akan menyampaikan berbagai macam ilmu kepada muridnya. 


Murid sebagai komunikan yang bertugas menerima pesan yang kemudian memberikan respon atau umpan balik terhadap ilmu pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Pola gilir ini selalu dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Guru biasanya menjelaskan materi-materi pelajaran yang disampaikan dan diakhir pengajarannya selalu bertanya apakah dimengerti atau ada yang ingin ditanyakan. Kedua kata tersebut merupakan kata yang sengaja dipilih untuk menandakan bahwa pola komunikasi gilir ini dilanjutkan dengan respon murid-muridnya. Pemilihan kata juga disesuaikan pada pola gilir komunikasi ini. (Baca juga: Komunikasi yang Efektif)

  1. Acara

Acara merupakan suatu momen yang dibahas dalam pertemuan antara orang banyak. Acara terbagi menjadi dua bentuk, yaitu acara formal dan acara non formal. Acara formal meliputi acara-acara yang sakral seperti pernikahan, acara duka, acara adat, dan lain sebagainya. Sedangkan acara non formal seperti acara ulang tahun, sharing-sharing, dan lainnya. Acara menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan pola gilir komunikasi.

Pola gilir komunikasi yang digunakan dengan bahasa-bahasa yang baik tergantung waktu dan situasi pada acara tersebut. Acara non formal biasanya lebih santai dan pemilihan kata tidak formal sehingga lebih mudah dipahami. Acara formal lebih menampilkan kesan yang kaku, sakral, dan bahasa yang terbaik dalam pemilihan katanya. Tujuan adanya pola gilir komunikasi ini membantu proses acara berjalan dengan lancar tanpa ada permasalahan komunikasi lainnya. (Baca juga: Strategi Komunikasi Efektif)

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Dasar Komunikasi